HOME  ⁄  Nasional

DPR Minta Evaluasi Total Daycare di Indonesia Usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPR Minta Evaluasi Total Daycare di Indonesia Usai Kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta
Foto: (Sumber : Anggota Komisi III DPR RI Abdullah. ANTARA/HO-DPR RI/am.)

Pantau - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta evaluasi menyeluruh terhadap praktik daycare di Indonesia menyusul kasus kekerasan anak di sebuah tempat penitipan anak di Yogyakarta.

Ia menilai ribuan daycare yang beroperasi di Indonesia belum seluruhnya memenuhi standar perizinan, prosedur operasional, dan kualitas layanan yang memadai.

Abdullah mengatakan, "Karena itu, saya mengusulkan agar peraturan pendirian daycare dan SOP-nya diperbaiki serta diperketat secara signifikan," ungkapnya.

Dorong Perbaikan Regulasi dan Sistem Pengawasan

Abdullah mencontohkan negara seperti Finlandia, Swedia, dan Denmark yang memiliki regulasi ketat terhadap daycare sebagai bagian dari sistem perlindungan dan pendidikan anak.

Ia mengusulkan penerapan mekanisme profiling atau screening oleh orang tua melalui platform digital untuk meningkatkan pengawasan terhadap layanan daycare.

Selain itu, ia menilai negara perlu memberikan subsidi guna memastikan layanan penitipan anak dapat diakses secara layak oleh masyarakat.

Desak Penindakan dan Pemulihan Korban

Abdullah mengecam keras kasus kekerasan yang terjadi di daycare Little Aresha, Yogyakarta, dan menilai tindakan tersebut melanggar hukum serta nilai kemanusiaan.

Ia meminta aparat penegak hukum menindak tegas seluruh pihak yang terlibat.

Abdullah menyatakan, "Saya juga mendesak instansi yang berwenang lainnya untuk memulihkan trauma fisik maupun psikologis pada anak dan orang tua yang menjadi korban daycare tersebut dengan optimal," ujarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf