
Pantau - Basarnas melaporkan tiga penumpang masih terjepit di dalam gerbong KRL pasca tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, dan proses evakuasi dilakukan dengan memotong rangkaian besi secara bergantian oleh tim SAR, Selasa (28/4) pagi.
Evakuasi Gunakan Teknik Ekstrikasi
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan tim SAR gabungan menggunakan peralatan ekstrikasi berat untuk membebaskan korban dari jepitan material.
"Kami melibatkan personel yang memiliki kemampuan khusus ekstrikasi. Proses evakuasi berjalan simultan dengan penanganan medis di lokasi agar kondisi fisik korban yang masih terhimpit tetap stabil selama proses penyelamatan," ungkapnya.
Proses evakuasi dilakukan secara bergantian tanpa henti mengingat kondisi ruang gerbong yang sempit dan sulit dijangkau.
Kondisi Lokasi dan Kronologi
Syafii menjelaskan bagian dalam gerbong hanya dapat menampung maksimal sekitar 25 petugas termasuk tenaga medis.
"Yang pasti kita bekerja non-stop tidak ada jeda. Personel yang akan kita ganti dari luar masuk ke dalam gerbong, kemudian di dalam kita bergantian," ujarnya.
Insiden terjadi pada Senin (27/4) pukul 20.55 WIB saat KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi bertabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Hingga Selasa pagi, dilaporkan tiga dari tujuh penumpang masih terjebak di gerbong KRL nomor 8 yang merupakan gerbong khusus wanita.
Proses evakuasi terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan korban serta kehati-hatian dalam pemotongan rangkaian besi.
- Penulis :
- Aditya Yohan







