HOME  ⁄  Ekonomi

KAI Pastikan Korban Kecelakaan Bekasi Timur Tertangani dan Buka Posko Informasi untuk Keluarga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KAI Pastikan Korban Kecelakaan Bekasi Timur Tertangani dan Buka Posko Informasi untuk Keluarga
Foto: (Sumber : Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). ANTARA FOTO/Paramayuda/zk.)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis, serta membuka posko informasi untuk membantu keluarga memperoleh kabar penumpang, Selasa (28/4).

Penanganan Korban dan Koordinasi

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan fokus utama saat ini adalah penanganan korban dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

KAI menyebut seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Sementara itu, penanganan difokuskan pada penumpang KRL dengan data sementara mencatat empat orang meninggal dunia dan 79 orang mengalami luka-luka.

Seluruh korban telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Bekasi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Operasional Terganggu dan Layanan Tambahan

Dalam penanganan insiden, KAI berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis di lokasi kejadian.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan korban.

“Kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban dengan sekuat tenaga. Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujarnya.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menambahkan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan proses evakuasi dilakukan secara maksimal.

“Saat ini korban meninggal dunia tercatat empat orang dan 79 orang mengalami luka-luka. Seluruh korban telah kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan terbaik,” katanya.

KAI juga melakukan penyesuaian operasional perjalanan kereta, termasuk penghentian sementara sejumlah layanan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

Sebagai bentuk layanan tambahan, penumpang terdampak diberikan pengembalian bea tiket secara penuh serta fasilitas bus lanjutan untuk rute tertentu.

KAI memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi serta membuka layanan informasi melalui call center 121 dan WhatsApp resmi.

Penulis :
Ahmad Yusuf