
Pantau - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyatakan dukungan terhadap Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) dalam pembentukan desa binaan tematik di berbagai daerah guna mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan kemandirian ekonomi desa.
Dukungan tersebut disampaikan Menteri Desa PDT Yandri Susanto saat menerima audiensi Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya bersama jajaran di Jakarta.
Yandri menyebut program desa tematik mencakup berbagai sektor seperti ketahanan pangan, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia.
Ia mengungkapkan, "Banyak desa-desa tematik yang diusulkan, ada desa ketahanan pangan, desa wisata, dan lain sebagainya. Intinya, kami sudah melihat komitmen tinggi LDII dari berbagai aspek, mulai dari ketahanan pangan, bela negara, kemudian sumber daya manusia dan lain sebagainya. Itu saya menyaksikan langsung."
Kolaborasi Lintas Sektor Didorong
Yandri menilai langkah LDII dalam membentuk desa binaan tematik patut dicontoh oleh berbagai pihak karena melibatkan banyak aspek pembangunan desa.
Ia menyatakan, "Semua komponen anak bangsa itu mesti terlibat, apakah itu pejabat negara, ormas, kampus atau pihak swasta untuk terlibat langsung membuat desa binaan."
Kemendes PDT juga mendorong kolaborasi lintas sektor serta menekankan pentingnya penyusunan peta jalan pengembangan desa binaan tematik yang akan dikelola bersama dengan LDII.
Ia menambahkan, "Kami tahu basis-basis LDII selalu beririsan dengan desa dan di desa itu tentu banyak potensi dan itu mau kita kembangkan."
Daftar Desa Usulan dan Pengembangan Potensi
Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menyampaikan kesiapan organisasinya untuk mendampingi pembentukan desa binaan tematik sebagai tindak lanjut nota kesepahaman dengan Kemendes PDT.
LDII telah menyiapkan sejumlah desa di berbagai provinsi untuk diusulkan sebagai desa binaan tematik sesuai potensi masing-masing wilayah.
Beberapa di antaranya adalah Desa Gadingmangu di Kabupaten Jombang sebagai desa sehat bersama, Desa Batu Nanta di Kabupaten Melawi sebagai desa ketahanan pangan, serta Desa Way Bungur di Lampung Timur yang berpotensi menjadi desa ekowisata.
Selain itu, Desa Anugerah dan Desa Lantari di Kabupaten Bombana diusulkan sebagai desa sorgum dan jagung, Desa Kuala Pembuang Satu di Kabupaten Seruyan sebagai desa wisata pertanian, serta Desa Martadah Baru di Kabupaten Tanah Laut sebagai desa sorgum dan talas.
Desa Pantai Cabe di Kabupaten Tapin juga diusulkan sebagai desa jamur tiram dan pupuk organik dalam program tersebut.
Program desa tematik ini bertujuan mengembangkan desa sesuai potensi lokal, seperti desa dengan potensi ikan nila yang diarahkan menjadi sentra penghasil ikan nila.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemandirian serta pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Leon Weldrick







