HOME  ⁄  Ekonomi

Stok Pupuk Subsidi Jawa Barat Dipastikan Aman Jelang Musim Tanam Gadu 2026 di Tengah Ancaman El Nino

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Stok Pupuk Subsidi Jawa Barat Dipastikan Aman Jelang Musim Tanam Gadu 2026 di Tengah Ancaman El Nino
Foto: Ilustrasi - Stok pupuk bersubsidi (sumber: Pupuk Kujang)

Pantau - PT Pupuk Kujang memastikan stok pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Barat dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam gadu 2026.

Ketersediaan Pupuk dan Antisipasi Musim Kemarau

Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kujang Ade Cahya Kurniawan menyampaikan bahwa ketersediaan pupuk menjadi hal yang sangat krusial menjelang musim tanam gadu yang diprediksi berlangsung bersamaan dengan musim kemarau dan fenomena El Nino.

Ia mengungkapkan, "Stok itu adalah jumlah total stok di gudang lini 1 dan lini 3 yang termuat dalam sistem pemantauan digital secara real time."

Pupuk Kujang menjaga keandalan pabrik dan kestabilan operasi guna memastikan produksi tetap optimal demi menjaga ketersediaan pupuk secara berkelanjutan.

Memasuki musim tanam gadu, stok pupuk di Jawa Barat terpantau aman sesuai ketentuan yang berlaku.

Musim tanam gadu merupakan periode tanam padi kedua yang biasanya berlangsung pada April hingga Juli dan mengandalkan sisa air hujan.

Data Stok dan Imbauan kepada Petani

Berdasarkan data per 23 April 2026, total stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat mencapai 26.278,9 ton.

Jumlah tersebut terdiri dari 22.963,8 ton pupuk urea, 1.817 ton pupuk NPK, serta 2.657 ton pupuk organik.

Ade juga mengimbau petani agar tidak khawatir dalam melakukan penanaman padi pada musim ini.

Ia menegaskan, "Para petani tidak usah khawatir. Mereka bisa melakukan budi daya padi dengan optimal saat musim tanam gadu ini."

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim kemarau mulai terjadi pada akhir April di Jawa Barat dan diperkirakan meluas hingga 56 persen wilayah.

Sekitar 93 persen wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami kekeringan dengan durasi musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

Hanya sekitar 10 persen wilayah yang memiliki durasi musim kemarau normal dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Penulis :
Leon Weldrick