HOME  ⁄  Nasional

DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman “El Nino Godzilla”

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman “El Nino Godzilla”
Foto: (Sumber : Petani memanen selada air sistem hidroponik di Desa Curahpetung, Kecamatan Kedungjajang, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (15/4/2026). Pemerintah Kabupaten Lumajang meningkatkan upaya mitigasi kekeringan melalui penerapan pertanian modern seperti sistem hidroponik dan teknologi irigasi hemat air guna menjaga produktivitas di tengah potensi dampak fenomena El Nino. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz..)

Pantau - Anggota Komisi VIII DPR Muhamad Abdul Azis Sefudin meminta pemerintah memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi fenomena cuaca ekstrem El Nino Godzilla yang diprediksi dapat memicu kekeringan dan bencana di Indonesia.

Dorongan Mitigasi dan Pencegahan Dini

Azis menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini agar dampak bencana tidak menimbulkan kerugian besar.

"Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama. Ketika BMKG sudah memberikan imbauan mengenai curah hujan tinggi maupun ancaman 'El Nino Godzilla', kita harus siap. Mencegah jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobati atau menangani dampak yang sudah terjadi," ujarnya.

Ia mengingatkan Indonesia harus belajar dari pengalaman banjir di Sumatra yang menyebabkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah akibat lemahnya mitigasi.

Selain itu, ia menyoroti tren kebencanaan nasional yang mencapai hampir 4.000 kejadian setiap tahun.

Azis juga mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengalihkan fokus dari penanganan pasca-bencana ke upaya pencegahan dan sosialisasi.

"Kapasitas BNPB saat ini lebih banyak tersedot untuk penanganan. Kita perlu mendorong kebijakan nasional yang mampu memetakan daerah rawan bencana secara presisi sejak dini," katanya.

Perhatian pada Anak dan Kurikulum Kebencanaan

Azis menyoroti tingginya kerentanan anak-anak saat bencana karena minim pengetahuan terkait penyelamatan diri.

"Secara fisik, daya tahan anak-anak berbeda dengan orang dewasa. Mereka seringkali tidak tahu harus lari ke mana saat terjadi tsunami atau gempa. Karena itu, saya pribadi mendorong pemerintah untuk serius memasukkan kurikulum kebencanaan di sekolah-sekolah," ungkapnya.

Ia menilai penerapan kurikulum kebencanaan seperti di Jepang dapat membantu anak memahami jalur evakuasi dan langkah darurat sesuai kondisi wilayah.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup juga telah meminta fokus penanganan di enam provinsi rawan karhutla akibat potensi kekeringan panjang, yakni Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Penulis :
Ahmad Yusuf