
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan alat bernama EroSlide berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi erosi dan potensi longsor secara terintegrasi dan real time.
Teknologi Pemantauan Erosi Terintegrasi
EroSlide mampu memantau berbagai parameter seperti curah hujan, limpasan permukaan, infiltrasi, serta jumlah sedimen dalam satu sistem terpadu.
Alat ini dilengkapi sejumlah sensor, antara lain tipping bucket untuk mengukur curah hujan, load cell untuk mendeteksi sedimen, serta sensor aliran untuk memantau limpasan air.
Perekayasa Ahli Utama BRIN Nendaryono Madiutomo menyampaikan, "Data yang dihasilkan kemudian dikirim dan diolah secara terpusat, sehingga dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut, termasuk pemetaan potensi erosi dan longsor."
EroSlide telah diuji pada lahan dengan kemiringan terjal dan mampu merekam data secara kontinu.
Ke depan, sistem ini akan dikembangkan dengan penambahan sensor kelembapan tanah, pH, dan suhu guna meningkatkan akurasi pengukuran.
Potensi Sistem Peringatan Dini Bencana
Teknologi ini dinilai berpotensi menjadi sistem peringatan dini longsor karena adanya keterkaitan antara intensitas erosi dan potensi longsor di suatu wilayah.
Data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk memprediksi potensi bencana sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Ia mengungkapkan, "Data yang akurat menjadi dasar penting dalam memprediksi potensi bencana serta mengidentifikasi nilai ekonomi suatu wilayah, sehingga pembangunan dapat berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan."
Erosi sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, serta kondisi lingkungan.
Erosi air menjadi penyebab utama degradasi lahan dan perpindahan material dari wilayah hulu ke hilir.
Proses tersebut dapat mengakibatkan hilangnya unsur hara penting seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan mineral lainnya yang berdampak pada penurunan kesuburan tanah.
Ia menjelaskan, “Erosi tidak hanya menyebabkan penurunan kualitas tanah di bagian hulu, tetapi juga memicu pengayaan mineral di daerah hilir akibat proses transportasi dan pengendapan material.”
- Penulis :
- Gerry Eka







