
Pantau - Seorang penjual es keliling bernama Ili (62) asal Cirebon, Jawa Barat, berhasil mewujudkan impian menunaikan ibadah haji setelah menabung dari hasil berjualan selama bertahun-tahun dan dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 19 Mei 2026.
Perjuangan Panjang dari Gerobak Sederhana
Ili yang sehari-hari berjualan es tradisional “mung-mung” memulai perjuangannya sejak merantau dari Ciamis ke Cirebon dengan kondisi ekonomi sederhana.
Ia mengandalkan gerobak kecil yang ditopang sepeda motor untuk menjajakan dagangannya di sekitar permukiman dan sekolah.
Keinginan berhaji muncul pada 2005 saat ia melihat rombongan calon haji melintas, yang kemudian memotivasi dirinya untuk mulai menabung dari sisa penghasilan harian.
“Ya saya lihat rombongan haji, saya ingin juga seperti orang lain, ingin ke Baitullah,” ungkapnya.
Meski hanya mampu menyisihkan Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per hari, ia tetap konsisten menabung di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
Tekad dan Doa Mengantarkan ke Tanah Suci
Setelah hampir delapan tahun menabung, Ili akhirnya memperoleh nomor porsi haji pada 2013 sebagai langkah awal menuju keberangkatan.
“Tadinya nggak nyangka. Menabung sedikit demi sedikit, tetapi alhamdulillah bisa sampai lunas,” ujarnya.
Kini, bersama sang istri Yayah (49), ia bersiap berangkat ke Tanah Suci dengan penuh haru setelah penantian panjang.
“Bahagia banget, seperti orang lain sama, macam bos-bos. Saya jualan es,” ujarnya.
Ketua KBIHU Al-Washliyah Kabupaten Cirebon Sofyan menilai kisah Ili menjadi inspirasi bahwa ibadah haji dapat diraih melalui ketekunan dan usaha yang konsisten.
Selain fokus pada persiapan keberangkatan, Ili juga berharap anak cucu serta orang-orang di sekitarnya dapat merasakan kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah haji.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







