
Pantau - Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Legislatif menyelenggarakan seminar bertajuk The Future of Leadership: Mengelola Tim Hybrid dan Gen Z di Lingkungan Parlemen di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 27 April 2026, guna memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi sistem kerja hybrid dan keberagaman generasi di lingkungan DPR RI.
Kepemimpinan Adaptif Hadapi Perubahan Generasi
Seminar menghadirkan Puteri Anetta Komarudin sebagai narasumber utama yang menekankan pentingnya kepemimpinan adaptif dalam merespons perubahan teknologi, pola komunikasi, dan karakter generasi di lingkungan parlemen.
Ia menjelaskan bahwa saat ini DPR RI memiliki sumber daya manusia lintas generasi mulai dari baby boomers, generasi X, milenial hingga generasi Z.
Perbedaan cara pandang dan gaya kerja antar generasi tersebut menuntut penyesuaian pola kepemimpinan agar tetap efektif.
"Yang paling penting bagaimana DPR RI sebagai institusi bisa terus beradaptasi dengan berbagai generasi yang sekarang bekerja di dalamnya, baik dari anggota DPR maupun tim pendukung di Kesekjenan," ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa sistem kerja hybrid seperti work from home dan fleksibilitas kerja membutuhkan perubahan budaya kerja.
Budaya kerja, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada hasil tetapi juga menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan pegawai.
Tantangan Komunikasi dan Strategi Organisasi
Puteri menambahkan bahwa tantangan komunikasi lintas generasi muncul terutama pada generasi Z yang lebih nyaman menggunakan platform digital seperti WhatsApp dibanding komunikasi langsung.
Kondisi tersebut harus direspons dengan kepemimpinan yang terbuka dan komunikatif.
"Kita harus mulai memberikan ekspektasi yang jelas terkait bagaimana pola kerja dan komunikasi yang diharapkan. Karena kalau ekspektasi itu tidak disampaikan, tentu tidak akan membuahkan hasil yang sesuai," tegasnya.
Ia juga menekankan perlunya pimpinan birokrasi bersikap proaktif dalam memberikan arahan terkait budaya kerja, standar komunikasi, dan nilai profesionalisme.
"Ke depan, kita akan terus dihadapkan pada perubahan, baik dari sisi teknologi, gaya komunikasi, maupun hadirnya generasi baru seperti generasi alfa. Karena itu, penting bagi kita semua untuk terus belajar, memahami, dan menyesuaikan diri dengan dinamika yang ada," tambahnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Administrasi Setjen DPR RI, Rahmad Budiaji, menyoroti pentingnya strategi komunikasi efektif di tengah keberagaman generasi pegawai.
"Dengan keberagaman generasi ini, diperlukan strategi komunikasi yang mampu menjaga efektivitas kerja sekaligus mendukung pencapaian target organisasi," ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pegawai memahami peta sosiologis organisasi serta mendorong terbangunnya saling pengertian antar generasi di lingkungan kerja.
- Penulis :
- Shila Glorya







