HOME  ⁄  Nasional

SDA Jakarta Selatan Keruk 10 Titik Rawan Banjir Setiap Hari, Durasi Genangan Berhasil Dipangkas

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

SDA Jakarta Selatan Keruk 10 Titik Rawan Banjir Setiap Hari, Durasi Genangan Berhasil Dipangkas
Foto: (Sumber: Arsip foto - Foto udara eskavator dioperasikan untuk mengerjakan proyek pembangunan Embung Kemang Utara di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU.)

Pantau - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan melakukan pengerukan di 10 titik rawan banjir setiap hari sebagai langkah antisipasi banjir di wilayah tersebut.

Pengerukan Intensif dan Fokus Lokasi

Kegiatan pengerukan difokuskan pada aliran sungai seperti Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan serta saluran penghubung di kawasan padat penduduk.

Selain itu, petugas juga melakukan pembersihan saluran dan pengurasan manual di berbagai lokasi.

Kepala Seksi Pemeliharaan SDA Jakarta Selatan Junjung Paulus menyampaikan, "Kalau bagi kami di SDA, ini bukan bencana, justru kami bekerja lebih maksimal dalam pengerukan dan pembersihan saluran."

Ia mengungkapkan, "Sehari, kami bisa melakukan pengerukan di sekitar 10 lokasi. Saat ini, bahkan ada sekitar enam titik yang dikerjakan secara intensif."

Pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas saluran air agar mampu menampung debit air dari wilayah hulu.

Dampak Pengendalian Banjir dan Dukungan Anggaran

Langkah tersebut juga bertujuan mencegah genangan yang berpotensi menimbulkan penyakit di masyarakat.

Program pengerukan dinilai efektif dalam mempercepat surutnya banjir di Jakarta Selatan.

Durasi genangan yang sebelumnya mencapai 10 jam kini dapat dipangkas menjadi sekitar 2 hingga 3 jam.

Selain pengerukan, SDA Jakarta Selatan juga memantau tinggi muka air tanah yang terus mengalami penurunan setiap tahun.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan Dinas SDA DKI Jakarta dalam normalisasi dan pemeliharaan sungai.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,64 triliun untuk pengendalian banjir pada 2026.

Selain itu, tambahan anggaran sebesar Rp18,25 miliar juga dialokasikan untuk sistem pengendalian banjir.

Penulis :
Gerry Eka