HOME  ⁄  Nasional

Perjuangan Dua Pedagang Rujak Asal Cirebon Berbuah Manis, Berangkat Haji Setelah Puluhan Tahun Menabung

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Perjuangan Dua Pedagang Rujak Asal Cirebon Berbuah Manis, Berangkat Haji Setelah Puluhan Tahun Menabung
Foto: (Sumber: Calon peserta ibadah haji bernama Machmudah (62) saat menyiapkan rujak yang dipesan pembeli di Desa Marikangen, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/4/2026). ANTARA/Fathnur Rohman.)

Pantau - Kisah dua pedagang rujak asal Cirebon, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah berhasil mewujudkan impian berangkat haji melalui kerja keras dan konsistensi menabung selama bertahun-tahun.

Perjuangan Panjang dari Jualan Rujak

Machmudah (62), warga Desa Marikangen, Cirebon, telah puluhan tahun berjualan rujak ulek dari kios sederhana dengan perlengkapan seadanya seperti tampah bambu dan cobek.

Ia menabung dari hasil jualan harian sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu secara konsisten selama hampir 16 tahun hingga akhirnya mampu melunasi biaya haji pada 2025.

Ia mengungkapkan, "Kadang rujaknya belum matang, sudah ada orang beli. Kadang jam 11 siang sudah habis, bikin lagi. Orang jualan itu rezekinya, Allah yang ngatur.Jadi kita menerima apa adanya."

Ia juga menyampaikan, "Pasti nabung, seadanya. Pokoknya ada aja."

Machmudah dijadwalkan berangkat haji pada 19 Mei 2026 melalui Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati.

Ia mengungkapkan kerinduannya, "Kalau ada orang berangkat tuh, hati rasanya keluar air, mata juga keluar air. Ya Allah, kapan kita bisa ke sana?"

Ia menekankan pentingnya ibadah dengan mengatakan, "Nomor satu tasbih. Jangan putus berzikir. Sekarang juga disuruh istigfar 1.000 kali, selawat 1.000 kali setiap hari."

Tokoh lainnya, Istoifah (57), pedagang rujak di Kota Cirebon, telah berjualan sejak 1997 sambil menanggung kebutuhan keluarga besar.

Ia menyisihkan tabungan sekitar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari secara bertahap sejak mendaftar haji pada 2013.

Ia menyampaikan, "Kadang uang disisihkan bisa Rp300 ribu, atau Rp500 ribu. Tidak tetap, tetapi terus dilakukan."

Ia juga mengungkapkan, "Allah pasti kasih jalan. Seperti saya ini, siapa sangka tukang rujak bisa menyekolahkan keponakan, sampai mau berangkat haji."

Persiapan Haji dan Dukungan Pemerintah

Persiapan keberangkatan haji di Jawa Barat telah dimulai sejak April 2026 dengan kloter pertama dari Indramayu sebanyak 445 jamaah diberangkatkan melalui Bandara Kertajati.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Boy Hary Novian memastikan seluruh jamaah dalam kondisi sehat dan siap berangkat.

Ia menyampaikan, "Berangkat 445 orang, pulang pun harus 445 orang."

Pengelolaan dana haji juga menjadi perhatian melalui sosialisasi oleh Komisi VIII DPR RI dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana haji.

Anggota BPKH Arief Mufraini menyatakan, "Kita tentu berharap, berbagai macam layanan yang ditingkatkan, kita (BPKH), bisa ikut membantu mengoptimalkan pemberian layanan operasional haji."

Kisah ini menunjukkan bahwa kerja keras, konsistensi menabung, dan keyakinan dapat membuka jalan bagi masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.

Penulis :
Gerry Eka