
Pantau - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan pengawasan ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar beroperasi sesuai standar operasional prosedur (SOP) setelah kasus keracunan menimpa puluhan siswa sekolah dasar di wilayahnya.
Pengawasan Diperketat Usai Insiden Keracunan
Vinanda menyatakan pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran dalam operasional SPPG.
"Apabila kami temukan yang tidak sesuai akan kami laporkan ke BGN. Kalau banyak catatan yang kami temukan maka akan kami sarankan untuk ditutup," kata Vinanda di Kediri, Sabtu.
Ia menjelaskan langkah ini diambil menyusul penutupan sementara SPPG Tempurejo, Kecamatan Pesantren, setelah insiden keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebanyak 73 siswa dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1 dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan demam pada Rabu (22/4).
Pemerintah kota juga meminta seluruh SPPG segera melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat utama operasional.
"Beberapa waktu lalu kami telah rapat dengan seluruh SPPG dan yang belum memiliki SLHS, kami beri waktu untuk menyelesaikan. Jangan sampai melebihi batas waktu yang telah disepakati karena SLHS ini kan syarat utama," ujarnya.
SPPG Tempurejo Disetop Sementara
Pemkot Kediri telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan sementara operasional SPPG Tempurejo sambil menunggu hasil evaluasi lanjutan.
"Kami telah berkoordinasi dengan BGN, sementara ini SPPG Tempurejo akan di-'suspend' (dihentikan). Dan nantinya kami akan menunggu hasil lebih lanjut dari keputusan BGN seperti apa," katanya.
Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya bakteri Escherichia coli (E.coli) serta temuan bahwa SPPG belum melakukan uji organoleptik.
Meski demikian, kondisi para siswa dilaporkan mulai membaik dan tidak ada yang menjalani perawatan di rumah sakit.
"Kami sudah lakukan tes kesehatan pada anak-anak dan kondisinya mulai stabil. Untuk yang belum masuk kami melakukan pemantauan terus. Alhamdulillah tidak ada yang dirawat di rumah sakit semua perawatan di rumah," ungkapnya.
Pemkot Kediri bersama Dinas Kesehatan terus memantau kondisi siswa serta memastikan kejadian serupa tidak terulang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







