Forgot Password Register

Headlines

Banyak Korban Miras Oplosan, Pengamat: Bukti Lemahnya Aparatur Hukum

Ilustrasi Miras Oplosan (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Ilustrasi Miras Oplosan (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Banyaknya korban berjatuhan akibat mengonsumsi miras oplosan dalam beberapa waktu terakhir, dinilai Ketua Asosiasi Ilmuwan dan Praktisi Hukum Indonesia (Alpha) Azmi Syahputra merupakan efek domino dari kurang tegasnya dan lemahnya aparatur hukum. Menurut Azmi, sikap cuek dari berbagai unsur membuat peredaran miras di Indonesia semakin menjamur.

"Aparatur hukum setingkat unit kepolisian yang berfungsi sebagai mitra kamtibmas yang sering berkeliling di tengah masyarakat sebenarnya sudah tahu, namun karena seolah 'saling diam' jadi kurang peduli dengan fungsinya sebagai penegakan hukum atau harus berfungsi preventif dari sebuah peristiwa di masyarakat," kata Azmi di Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Baca juga: Korban Tewas Miras Oplosan di Jawa Barat Jadi 61 Orang

"Ini adalah berkaitan dengan uang besar, pemain mafia yang abadi dan aparatur hukum terkadang rentan kena virusnya dengan mendapatkan kompensasi tertentu dari kegiatan penjual atau produksi minuman oplosan ini," katanya.

Karena itu, kata dia, langkah yang tepat adalah selain memperkuat fungsi peran lingkungan masyarakat adalah dengan hukuman yang maksimal agar sistem peradilan pidana optimal dan sinergis sehingga ada kesatuan tindakan yang sama antara polisi, jaksa dan hakim. Agar pelaku penjual dan yang memproduksi minuman oplosan dihukum seberat-beratnya agar jera.

Baca juga: Cerita Ketua RW yang Kesulitan Tutup Warung Miras Cicalengka

"Maka perlu dibuat regulasi dan sanksi baru berupa sanksi seumur hidup dan sanksi denda maksimal bagi penjual dan yang memproduksi minuman oplosan ini, karena melihat dampaknya yang menimbulkan kejahatan yang lebih besar dan merusak generasi bangsa," katanya.

Terlebih lagi, korbannya sudah banyak harus dirawat di rumah sakit, ada yang cacat ada yang meninggal sehingga sanksi selain pidana penjara seumur hidup dan denda patut dikenakan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More