Aplikasi Rukun Aplikasi Rukun
Pantau Flash
Kunjungi Tasta Tabanan Wildlife Park, Bamsoet Dukung Konservasi Flora Fauna
Ganggu Dominasi Duterte, Manny Pacquiao Akan Maju sebagai Capres Filipina
Deklarasikan Dukungan di Pilpres 2024, Sahabat Ganjar Siap Tempur di 17 Negara
Update COVID-19 Indonesia 19 September 2021, Kasus Aktif Turun 4.097, Sembuh Bertambah 6.186 Orang
Alhamdulillah Kabar Baik Lagi, Sebanyak 1.140.750 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia

Tips Olahraga Malam, Jangan Mepet Waktu Jam Tidur

Tips Olahraga Malam, Jangan Mepet Waktu Jam Tidur Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com Tidak ada waktu terbaik yang spesifik untuk latihan fisik, Anda bisa berolahraga kapan pun saat memiliki waktu luang di sela kegiatan yang padat, entah itu pagi, siang atau malam hari. Meski demikian, pastikan waktunya tidak mepet dengan jam tidur bila Anda memilih untuk berolahraga pada malam hari.

"Waspadai kalau malam hari, lihat waktu tidurnya. Bila tidur jam 10 malam, aktivitas olahraga maksimal berhenti jam 8 malam," kata Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), dr. Leny Pintowari, SpKO dalam webinar, Kamis (9/9/2021).

Sebab, tubuh butuh waktu untuk menurunkan metabolisme agar badan bisa beristirahat. Olahraga yang terlalu berdekatan dengan waktu tidur dapat mengganggu jadwal istirahat.

Baca juga: Ingin Perut Rata Seperti Nia Ramadhani? Coba Deh Hindari 5 Hal Sepele ini!

Dia mengajak masyarakat untuk latihan fisik demi kebugaran tubuh yang manfaatnya sangat banyak, terutama di tengah pandemi COVID-19. Dengan berolahraga, tekanan darah dapat menurun, begitu pula total lemak tubuh, hingga kecemasan dan depresi.

Olahraga juga berperan penting dalam meningkatkan kapasitas kardiorespirasi, kolesterol HDL, sensitivitas insulin yang membuat pengidap diabetes bisa hidup normal, meningkatkan kemampuan otak, membentuk otot tanpa lemak hingga mencegah kanker.

Latihan fisik yang baik adalah latihan yang dimulai sejak dini. Tapi bukan berarti Anda yang baru mulai olahraga saat dewasa artinya terlambat. Menurut Leny, indikator dini untuk setiap individu berbeda. Tidak apa untuk memulai meski sudah dewasa daripada tidak sama sekali.

Selanjutnya, sesuaikan juga olahraga dengan kondisi kesehatan setiap orang. Pergunakan sepatu, pakaian dan peralatan yang sesuai dengan olahraga yang dipilih. Jika akan berolahraga tenis, gunakan sepatu dan peralatan yang sesuai. Begitu juga jika Anda ingin jogging atau berlari untuk latihan fisik dalam meningkatkan imunitas. Pastikan sepatu yang dipakai sudah sesuai, sama halnya dengan pakaian yang dikenakan. Kemudian, pastikan kondisi lingkungan olahraga sehat dan aman.

"Kami tetap merekomendasikan latihan fisik di rumah saja, tapi pastikan Anda sehat dan fit kalau mau olahraga, pilih tempat di zona hijau," jelasnya.

Tim Pantau
Editor
Gilang
Penulis
Gilang

Berita Terkait: