Pantau Flash
Layanan SIM Keliling di Jakarta Tetap Buka, Ini Lokasinya
Dua Truk Saling Hantam di Depan Balai Kartini, Ada Korban Tewas
Fadli Zon Ujug-ujug Nyanyi Lagu Sunda, Sindir Pejabat Haus Kuasa
Ditlantas Polda Bantah Berikan Pelat Polri untuk Arteria Dahlan
Kapolrestabes Medan Tidak Terbukti Terima Suap dari Istri Bandar Narkoba

Pusing Mual Setelah Gempa, Ternyata Ini Penyebabnya

Headline
Pusing Mual Setelah Gempa, Ternyata Ini Penyebabnya ilustrasi sakit kepala (Foto: Mirror)

Pantau.com - Gempa 6,7 M terjadi di Lebak, Banten, guncangannya terasa hingga Jakarta, Bogor dan sekitarnya. Banyak yang mengeluhkan pusing, setelah gempa terjadi.

Bahkan beberapa saat setelah guncangan mereda, kerap kali beberapa orang masih merasakan badan seperti bergoyang-goyang. Ada pula yang merasa pusing dan mual, padahal gempa sudah berakhir.

Pakar menyebutnya sebagai "post-earthquake dizziness syndrome" (PEDS).

PEDS sendiri normal dirasakan beberapa orang, bahkan PEDS sempat terasa oleh 200 orang di Jepang, saat gempa 6,4 Skala Richter mengguncang Kunamoto Jepang.

Warga merasakan mual, dan gangguan keseimbangan bahkan hingga beberapa bulan setelah gempa terjadi disebut "phantom earthquakes".

Para ahli menjelaskan, mekanisme itu terjadi sama seperti mabuk perjalanan. Saat terjadi gempa dan guncangan yang hebat, gerakan alami tubuh tidak sinkron dengan visual yang ditangkap oleh mata sehingga memicu hal tersebut terjadi.

Hal lain dijelaskan, bisa juga terjadi akibat kondisi psikologis tertentu. Seperti fobia akan gempa susulan, meski pada kenyataannya tidak ada gempa yang terjadi. Tubuh menangkap sinyal panik, dengan PEDS.

Tim Pantau
Editor
trias
Penulis
trias

Berita Terkait: