Pantau Flash
Relawan Deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024, Dinilai Berhasil Tangani Ibu Kota
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncangkan Sarmi Papua
Jokowi Minta Kepala Daerah Cek Langsung Prokes Belajar Tatap Muka
Sentil Kepala Daerah, Jokowi: Kita Senangnya Latah, Sawit Ramai Semua Tanam Sawit
DKI Turun Level PPKM, Anies Bolehkan Anak di Bawah 12 Tahun ke Tempat Wisata

Pelorik pada Pemuliaan Anggrek Phalaenopsis di BALITHI

Pelorik pada Pemuliaan Anggrek Phalaenopsis di BALITHI Bunga Anggrek (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Perkembangan pemuliaan anggrek khususnya Phalaenopsis di Indonesia sudah pesat. Pemulia dari daerah Jawa Timur (Prigen) dan Jawa Barat (Lembang dan Cianjur) telah lama bergerak dalam menghasilkan silangan-silangan baru yang tidak kalah dengan silangan-silangan luar. 

Banyaknya variasi bunga anggrek merupakan salah satu keunggulan tanaman anggrek yang memungkinkan untuk membuat silangan-silangan baru. 

Persilangan-persilangan pada tanaman anggrek tidak saja terjadi antara dua spesies atau dua varietas yang berbeda dalam satu genus, namun dapat juga terjadi antar seksi dan antar genus yang berbeda.

Balai Penelitian Tanaman Hias telah berpartisipasi aktif dalam pembangunan usaha anggrek di Tanah Air melalui penyediaan varietas unggul. 


Penerapan program pemuliaan secara berkesinambungan dapat menjamin penyediaan varietas-varietas baru anggrek Phalaenopsis guna memenuhi preferensi konsumen yang umumnya selalu menyukai tipe, warna dan bentuk bunga yang unik dan eksotik.  

Dari beberapa hasil persilangan, ditemukan penampilan bunga yang tidak biasa, yaitu adanya perubahan bentuk pada sepal atau petal. 

Bentuk yang tidak biasa ini disebut Pelorik. Salah satu tipe pelorik telah dilepas pada tahun 2015 dengan nama Permata Agrihorti. 

Nama ini diberikan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono pada acara kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 14 Mei 2014.


Pelorik berasal dari kata Yunani untuk monster. Pelorik adalah suatu kondisi dimana sepal atau petal mengambil sebagian atau seluruh ciri bibir. Mutan pelorik, yang sering ditemukan memiliki bunga simetris radial tetapi terdapat bunga simetris bilateral. 

Tiga distribusi bunga pelorik di perbungaan adalah, pertama lengkap (semua bunga pelorik, seperti pada cycloidea mutan Antirrhinum), kedua tersebar (dengan bunga pelorik dan zygomorphic, seperti pada epigenetic cycloidea mutan Linaria), dan ketiga terminal (hanya bunga terminal pelorik, seperti pada mutan centroradialis Antirrhinum) (Paula J. Rudall  and Richard M. Bateman). 

Bentuk pelorik cukup umum muncul sebagai mutasi acak pada beberapa spesies anggrek di alam dan ini dikendalikan secara genetik, meskipun ekspresi dapat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan dan tekanan, selain itu kejadiannya tidak stabil dan tanaman yang sama dapat menunjukkan secara normal pada pembungaan berikutnya. (Dedeh Siti Badriah/Balai Penelitian Tanaman Hias)

Tim Pantau
Editor
Gilang
Penulis
Gilang