Pantau Flash
Relawan Deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024, Dinilai Berhasil Tangani Ibu Kota
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncangkan Sarmi Papua
Jokowi Minta Kepala Daerah Cek Langsung Prokes Belajar Tatap Muka
Sentil Kepala Daerah, Jokowi: Kita Senangnya Latah, Sawit Ramai Semua Tanam Sawit
DKI Turun Level PPKM, Anies Bolehkan Anak di Bawah 12 Tahun ke Tempat Wisata

Cedera Saat Berolahraga Jangan Langsung Dipijat Jika Tak Ingin Makin Parah

Cedera Saat Berolahraga Jangan Langsung Dipijat Jika Tak Ingin Makin Parah Ilustrasi cedera (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Saat mengalami cedera berolahraga, sebagian orang langsung mengatasinya dengan cara memijat atau dibawa ke tukang urut, padahal hal tersebut justru malah memperparah pembengkakan.

dr. Andi Nusawarta, M.Kes, Sp.OT (K), subspesialis bidang Sports Injury dan Arthroskopi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengatakan pemijatan dapat menyebabkan meningkatnya perdarahan dan bengkak pada daerah yang cedera, bahkan berpotensi memperberat dan memperlambat masa penyembuhan.

Baca juga: Kematian Akibat Kanker Paru Meningkat pada 2020

"Penderita cedera jangan dipijit karena itu akan menambah perdarahan dan pembengkakan apalagi kalau tiga hari pertama, itu akan makin jadi bengkaknya," kata dr. Andi dalam bincang-bincang virtual "Olahraga Optimal Bebas Cedera", Jakarta, Jumat (26/2/2021).

Andi mengatakan boleh saja melakukan pemijatan asalkan sudah tidak terjadi pembengkakan.

"Kalau mau pemijatan jangan di awal-awal tapi kalau tanda-tanda inflamasi sudah hilang tidak apa-apa," ujar dr. Andi.

Untuk meminimalkan risiko cedera otot, sendi, dislokasi hingga patah tulang perlu melakukan pemanasan dan pendinginan saat berolahraga.

"Cedera terjadi karena pemanasan dan pendinginan yang tidak memadai, intensitas, frekuensi, durasi dan jenis latihan yang tidak sesuai," kata dr. Andi.

"Selain itu bisa juga karena kelainan struktur misal panjang tungkai tidak sama, sendi dan ligamen lemah," imbuhnya.

Baca juga: Penyandang Diabetes Bisa Lakukan Vaksin COVID-19, Asal ...

Selama masa pandemi, banyak orang yang memilih berolahraga di rumah dengan mengikuti latihan-latihan dari YouTube ataupun televisi. Menurut dr. Andi hal tersebut tidaklah salah asalkan tidak memaksakan diri.

"Yang perlu diwaspadai adalah gerakan-gerakan yang tidak terbiasa dilakukan. Misal mau senam, yang kita lihat di YouTube kan orangnya sudah terbiasa kalau kita baru mulai, kadang belum mahir," ujar dr. Andi.

dr. Andi melanjutkan, "Yang harus diwaspadai tingkatkan intensitasnya secara perlahan, kalau ngikutin kecepatannya susah, kita lambat enggak apa-apa."

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang

Berita Terkait: