Pantau Flash
Ganjar-Prabowo-RK Jadi Capres 2024 Unggulan Versi Survei Indometer
Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Terus Meningkat
2 Pemudik Asal Tangerang Lolos ke Solo, Ternyata Dinyatakan Positif COVID-19
KPK Bicara Tudingan Soal-soal Janggal TWK: Semua Disusun BKN
Ketahuan Bawa 7 Pemudik, Mobil Ambulans Dicegat di Gerbang Tol Cikarang

Banyak Data Bocor, Begini Cara Amankan Akun Tokopedia Anda

Banyak Data Bocor, Begini Cara Amankan Akun Tokopedia Anda Tokopedia (Foto: Tokopedia)

Pantau.com - Setelah kabar kebocoran data pada Tokopedia, ada baiknya pengguna untuk melakukan langkah-langkah pengamanan akun.

Dalam keterangan tertulisnya, Tokopedia menganjurkan pengguna untuk tetap mengganti password akun secara berkala demi keamanan dan kenyamanan.

Baca juga: Pakar Keamanan Siber: Peretasan Akun Tokopedia Bisa Menjalar ke Medsos

Tokopedia juga menerapkan keamanan berlapis, termasuk dengan OTP yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun. Selain itu, pakar keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya, juga melihat proteksi otomatis, two factor authentication (TFA).

"Hal utama yang harus dilakukan adalah memastikan TFA Two Factor Authentication diaktifkan. Kalau bisa pakai Google Authenticator," ujar Alfons dikutip dari Antara.

Dalam memanfaatkan metode TFA atau verifikasi dua langkah, Tokopedia memanfaatkan Google Authenticator. Untuk mengaktifkannya Google Authenticator dapat dilakukan dengan cara mengunduh aplikasinya di Google Play Store atau Apple App Store terlebih dahulu.

Kemudian, scan QR code di website Tokopedia, yang dapat ditemukan di pengaturan profil akun Anda. Selanjutnya, Anda akan diberikan opsi untuk memilih metode verifikasi kode OTP lewat WhatsApp atau SMS. Lalu, Anda mendapatkan enam digit untuk masuk ke akun Tokopedia Anda.

"Ingat jangan pernah berikan kode verifikasi yang Anda terima melalui WhatsApp atau SMS kepada siapa pun, sekalipun dia mengaku dari Tokopedia," kata Alfons.

Baca juga: Soal Isu Kebocoran Data Tokopedia, Pakar Keamanan Siber Buka Suara

Selain itu, Alfons juga menyarankan untuk tidak menyimpan kartu kredit di layanan online.

"Meskipun memberikan kemudahan tidak usah repot-repot memasukkan data, tetapi kalau akun berhasil diretas data tersebut rentan disalahgunakan," ujar Alfons.

Data 15 juta pengguna Tokopedia dikabarkan bocor, Sabtu malam (4/5/2020). Dari pantauan Vaksin.com, menurut Alfons, data pengguna yang bocor bahkan melebihi dari angka tersebut, mencapai data 91 juta pengguna yang disebarkan dan dijual di dark web.

Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya, Minggu siang, Tokopedia memastikan tidak ada kebocoran data pembayaran. Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit terjaga keamanannya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: