Pantau Flash
Layanan SIM Keliling di Jakarta Tetap Buka, Ini Lokasinya
Dua Truk Saling Hantam di Depan Balai Kartini, Ada Korban Tewas
Fadli Zon Ujug-ujug Nyanyi Lagu Sunda, Sindir Pejabat Haus Kuasa
Ditlantas Polda Bantah Berikan Pelat Polri untuk Arteria Dahlan
Kapolrestabes Medan Tidak Terbukti Terima Suap dari Istri Bandar Narkoba

Bahaya! Ada yang Jual NFT Foto Selfie KTP di OpenSea

Headline
Bahaya! Ada yang Jual NFT Foto Selfie KTP di OpenSea Tangkapan Layar Jual NFT foto selfie KTP di OpenSea (Foto:istimewa)

Pantau.com - Media sosial kembali dihebohkan dengan akun yang menjual foto selfie seseorang,kali ini memegang KTP di situs jual beli aset digital NFT OpenSea.

Sebelumnya media sosial diramaikan dengan berita selfie NFT Ghozali, yang dijual di platform OpenSea dan dikatakan mendapatkan miliaran rupiah.

Bahkan foto selfie memegang KTP itu, dijual oleh akun "Indonesian identity card (KTP) Collection", jual beli NFT KTP tersebut seharga 0,234 Ethereum atau sekitar Rp 11 juta kurs Ethereum hari ini, sabtu (15/1/2022).

Baca Juga: Foto Selfie Ghozal yang Laris di OpenSea

Jika Ghozali hanya iseng menjual foto NTF selfienya, dan ternyata laris manis dan membuatnya viral. Entah apa modus akun yang menjual foto selfie dengan memegang KTP ini, bagaimana jika foto selfie dengan KTP ini dipergunakan untuk kejahatan? Dan pasti merugikan si pemilik KTP.

Ini dia tangkapan layar di akun “Indonesian identity card (KTP) Collection”, sebelum dihapus dari situs OpenSea.

Saat ini, akun “Indonesian identity card (KTP) Collection” sudah tidak muncul saat dicari, namun masih ada saja beberapa akun yang menjual foto NFT KTP mereka disitus tersebut.

Bagaimana menurut kalian? Apakah kira-kira modus yang dilakukan akun tersebut?

Namun akun ini sudah jelas mengganggu privasi dan juga pelanggaran hukum, larangan menyebarkan data pribadi di pasal 32 ayat 2 UU ITE dengan ancaman hukuman mencapai 9 tahun penjara.

Pasal 32 ayat (2):

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apapun memindahkan atau mentransfer informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik kepada sistem elektronik orang lain yang tidak berhak.”

Tim Pantau
Editor
trias
Penulis
trias

Berita Terkait: