Pantau Flash
Ganjar-Prabowo-RK Jadi Capres 2024 Unggulan Versi Survei Indometer
Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Terus Meningkat
2 Pemudik Asal Tangerang Lolos ke Solo, Ternyata Dinyatakan Positif COVID-19
KPK Bicara Tudingan Soal-soal Janggal TWK: Semua Disusun BKN
Ketahuan Bawa 7 Pemudik, Mobil Ambulans Dicegat di Gerbang Tol Cikarang

Amalan Sunnah di Bulan Puasa yang Kerap Terlupakan

Amalan Sunnah di Bulan Puasa yang Kerap Terlupakan Iluatrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Di bulan Ramadhan banyak umat muslim yang berlomba-lomba memperbanyak ibadah dan mengerjakan banyak amalan kebaikan. Amalan di bulan Ramadhan pun banyak sekali. Mulai dari amalan wajib hingga sunnah. 

Namun, tidak semua muslim mengingat amalan-amalan sunnah yang sebaiknya dikerjakan ketika bulan puasa. Berikut ini amalan-amalan sunnah di bulan Ramadhan yang sering terlupakan. 

Menyegerakan Berbuka Puasa

Salah satu amalan sunnah saat puasa yang sering terlupakan adalah menyegerakan berbuka puasa. Waktu buka puasa yakni ketika matahari telah tenggelam (maghrib).

Sebagaimana hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengerjakan shalat maghrib hingga berbuka puasa kendati hanya dengan seteguk air,” (H.R. Tirmidzi. Hadits Hasan).

Juga terdapat hadis dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang-orang (umat Islam) senatiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka,” (Muttafaqun ‘alaih).

Memakan kurma ketika berbuka

Ketika berbuka puasa, umat muslim disunahkan untuk berbuka puasa dengan memakan kurma masak atau kering dengan jumlah yang ganjil.

Amalan sunnah ini juga dicontohkan oleh Rasulullah ketika berbuka puasa.

Hal tersebut dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan beberapa biji ruthab (kurma masak yang belum jadi tamr) sebelum shalat Maghrib. Jika tidak ada beberapa biji ruthab, cukup beberap biji tamr (kurma kering). Jika itu tidak ada juga, beliau minum beberapa teguk air,” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi. Hadits Hasan Shahih).

Memberi makanan kepada orang yang berbuka

 Memberi makanan untuk buka puasa adalah amalan sunnah yang memiliki pahala besar di baliknya.

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, hasan shahih).

Memperbanyak doa ketika berbuka puasa

Amalan yang paling dianjurkan ketika berbuka puasa yaitu berdoa.

Sebelum melakukan buka puasa, kita bisa mengamalkan doa yang biasa dibaca oleh Rasulullah SAW:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Selain itu, kita juga diperbolehkan untuk memperbanyak doa lainnya yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak: Pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai dia berbuka, dan doa orang yang didzalimi, Allah angkat di atas awan pada hari kiamat,” (H.R. At-Tirmidzi 2526, Thabrani 7111).

Mengakhirkan Sahur

Amalan sunnah yang sering terlupakan di bulan Ramadan berikutnya yaitu mengakhirkan waktu sahur. Rasulullah bersabda: "Bersantap sahurlah kalian, karena sahur itu adalah keberkahan (HR. Bukhari)".

Sahur dianggap terpenuhi bila seorang menyantap makanan atau minum meski hanya seteguk air. Kegiatan ini bisa dilakukan seusai tengah malam hingga sebelum waktu yang diragukan yakni antara malam atau terbit fajar.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Finda Rhosyana

Berita Terkait: