Pantau Flash
Relawan Deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024, Dinilai Berhasil Tangani Ibu Kota
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncangkan Sarmi Papua
Jokowi Minta Kepala Daerah Cek Langsung Prokes Belajar Tatap Muka
Sentil Kepala Daerah, Jokowi: Kita Senangnya Latah, Sawit Ramai Semua Tanam Sawit
DKI Turun Level PPKM, Anies Bolehkan Anak di Bawah 12 Tahun ke Tempat Wisata

Presiden Iran Kecam Pemindahan Laga Liga Champions Asia ke UEA

Headline
Presiden Iran Kecam Pemindahan Laga Liga Champions Asia ke UEA Logo AFC. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Presiden Iran Hassan Rouhani melalui juru bicaranya mengecam keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang memindahkan laga kandang dua klub Iran di Liga Champions Asia 2020 ke Uni Emirat Arab (UEA)

"Keputusan ini tidak sportif dan tidak profesional," demikian juru bicara Presiden Rouhani melalui Kantor Berita IRNA yang dilansir Al Jazeera, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga: Dibantai Melbourne Victory, Bali United Tersingkir dari Liga Champions Asia

Keputusan AFC memindahkan laga Liga Champions Asia tersebut terkait dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran menyusul pembunuhan jenderal penting Iran di Baghdad awal bulan ini.

Selain itu, kata AFC melalui Twitter, Rabu, pemindahan itu juga karena sejumlah negara telah mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) untuk kunjungan ke Iran. Pertandingan yang semula dijadwalkan Selasa, kata AFC, akan dipindahkan menjadi Sabtu ke UEA.

Sebelumnya, empat klub Iran yang berlaga di Liga Champions Asia, yakni Persepolis, Sepahan, Esteghlal, dan Shahr Khodro, kepada AFP Senin lalu juga mengancam bahwa mereka hanya mau tampil jika tetap bisa memainkan laga kandang mereka di Iran.

Menteri Olahraga dan Pemuda Iran, Masoud Soltanifar mengatakan kepada wartawan bahwa langkah itu "sepenuhnya bersifat politis dan tidak sportif" karena diambil berdasar alasan yang tidak benar, yakni kurangnya keamanan dan keselamatan rute udara ke Iran.

Langkah AFC juga telah memicu kemarahan di Iran. Seorang penggemar sepak bola muda di Teheran, Hojat Vafaee, menggambarkan keputusan itu sebagai "keputusan politik murni yang diambil di bawah tekanan beberapa negara Arab".

Dia meminta FIFA, badan pengatur sepak bola dunia, untuk campur tangan dan membela hak-hak Iran, dengan mengatakan presidennya, Gianni Infantino "ada di Teheran tahun lalu dan dia telah melihat suasana spektakuler dan aman stadion kami".

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: