Pantau Flash
Layanan SIM Keliling di Jakarta Tetap Buka, Ini Lokasinya
Dua Truk Saling Hantam di Depan Balai Kartini, Ada Korban Tewas
Fadli Zon Ujug-ujug Nyanyi Lagu Sunda, Sindir Pejabat Haus Kuasa
Ditlantas Polda Bantah Berikan Pelat Polri untuk Arteria Dahlan
Kapolrestabes Medan Tidak Terbukti Terima Suap dari Istri Bandar Narkoba

Vaksin Booster Wajib atau Tidak? Ini Jawaban Kemenkes

Headline
Vaksin Booster Wajib atau Tidak? Ini Jawaban Kemenkes Ilustrasi Vaksinasi Covid-19. (FOTO/iStockphoto)

Pantau.com - Program booster vaksin Covid-19 alias dosis ketiga, sudah dilakukan sejak 12 januari 2022 kemarin. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan apakah pemberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga ini bersifat wajib atau pilihan?

dr. Siti Nadia Tarmizi Juru Bicara Kemenkes menjelaskan, pemberian vaksin booster tidak wajib tapi pilihan masyarakat yang ingin tambahan kekebalan atas virus Covid-19.

"Tentu vaksinasi booster adalah pilihan. Jadi sifatnya adalah tambahan kekebalan bagi masyarakat yang tentunya akan mengakses vaksinasi tambahan dosis III ini," kata Nadia, Rabu (5/1/2022).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini belum menganjurkan untuk pemberian vaksin booster, karena masih banyak warga dunia yang bahkan belum mendapat vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua.

"Sementara usaha untuk mencapai kekebalan kelompok agar bisa keluar dari pandemi adalah bagaimana semua orang mendapatkan dosis I dan II secara lengkap terlebih dahulu, baru kemudian penambahan kekuatan dengan vaksinasi dosis III. Jadi sifatnya bukan kewajiban dosis ketiga, tapi merupakan tambahan," jelas Nadia.

Walaupun vaksin booster telah di jalankan, namun saat ini vaksinasi dosis 1 dan 2 masih menjadi prioritas. Agar Indonesia bisa keluar dari situasi pandemi menuju endemi.

"Kita tidak tahu dalam beberapa bulan, jika dilihat seperti di Afrika Selatan yang awalnya merupakan puncak tertinggi dari kasus Omicron, saat ini mereka sudah turun. Memang cepat sekali. Artinya kunci utama itu bagaimana kekebalan bersama harus segera dibentuk," tutur Nadia.

Karena dengan terbentuknya kekebalan kelompok, maka tidak akan memberikan celah bagi virus Covid-19 untuk bermutasi dan menularkan ke banyak orang.

"Nanti ke depan apakah dosis vaksin jadi kewajiban, atau nanti mungkin saja vaksin harus diulang setiap tahunnya, bukan hanya pemberian booster," jelas Nadia.

Program booster vaksin Covid-19, pemerintah menyiapkan dua skema. 

Pertama, skema ditanggung pemerintah dan gratis bagi masyarakat lanjut usia (lansia) dan penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan. Kedua, skema berbayar bagi masyarakat yang memiliki penghasilan tetap.

Tim Pantau
Editor
trias
Penulis
trias

Berita Terkait: