Aplikasi Rukun Aplikasi Rukun
Pantau Flash
Kunjungi Tasta Tabanan Wildlife Park, Bamsoet Dukung Konservasi Flora Fauna
Ganggu Dominasi Duterte, Manny Pacquiao Akan Maju sebagai Capres Filipina
Deklarasikan Dukungan di Pilpres 2024, Sahabat Ganjar Siap Tempur di 17 Negara
Update COVID-19 Indonesia 19 September 2021, Kasus Aktif Turun 4.097, Sembuh Bertambah 6.186 Orang
Alhamdulillah Kabar Baik Lagi, Sebanyak 1.140.750 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia

Tak Main-Main, Kapolda Papua Langsung Kirim 2 Peleton Personel Brimob untuk Kejar KKB yang Melakukan Teror

Headline
Tak Main-Main, Kapolda Papua Langsung Kirim 2 Peleton Personel Brimob untuk Kejar KKB yang Melakukan Teror Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri. ANTARA/Evarukdijati

Pantau.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyatakan segera mengirim dua peleton personel brimob ke Kiwirok untuk mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan teror.

Sebelumnya Polda Papua sudah mengirim dua tim dari Satgas Nemangkawi, dan kini berada di Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang.

Personel brimob yang akan dikirim itu untuk memperkuat anggota yang sudah terlebih dahulu berada di wilayah itu, kata Irjen Fakhiri, di Jayapura, Rabu.

Baca juga: KKB Punya 10 Pucuk Senjata Milik TNI, Asal Muasalnya Ternyata dari Sebuah Kecelakaan Ini

Pihaknya selalu berpesan kepada anggota agar tidak mudah terpancing dengan aksi KKB serta benar-benar memperhitungkan langkah yang akan dilakukan, agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun senjata api.

"Setiap langkah yang diambil harus diperhitungkan dengan cermat, agar tidak menjadi pemasok senjata api bagi KKB " ujar Fakhiri.

Ketika ditanya situasi keamanan di Kiwirok, Kapolda Papua mengaku, dari laporan yang diterima sudah relatif kondusif, dan KKB saat ini bergeser ke Okhika.

Namun personel TNI maupun Polri diminta tetap bersiaga dan waspada, agar tidak jatuh korban, kata Irjen Fakhiri seraya menyayangkan aksi KKB yang menyerang tenaga kesehatan dan guru.

Apa yang dilakukan KKB sangat tidak berperi kemanusiaan karena menganiaya tenaga kesehatan yang seharusnya dilindungi, mengingat keberadaan mereka adalah untuk membantu menyembuhkan masyarakat yang sakit, kata Kapolda Papua itu pula.

Tercatat empat nakes dilaporkan terluka akibat dipanah dan dianiaya KKB pimpinan Lamek Taplo di Kiwirok.

Tim Pantau
Editor
Gilang
Penulis
Gilang

Berita Terkait: