Pantau Flash
Kemenkes: Vaksinasi COVID-19 Bisa Lindungi dari Keparahan Penyakit hingga 95 Persen
Mohon Pengertiannya... COVID-19 di RI Menggila! Kasus Harian Positif Meroket 20.574 Orang Sehari
Mohon Maaf dan Waspada, BOR Ruang Isolasi di RS se-Kota Tangerang Capai 92,44 Persen
Varian Delta Belum Selesai, Kini India Umumkan Varian Baru 'Delta Plus' yang Lebih Ganas
Saksi Ahli Forensik Jadi Salah Satu Alasan Habib Rizieq Tak Terima Divonis 4 Tahun Bui dan Ajukan Banding

Polisi Ringkus 3 Orang Penyebar Ajakan Unjuk Rasa Menolak Larangan Mudik

Polisi Ringkus 3 Orang Penyebar Ajakan Unjuk Rasa Menolak Larangan Mudik Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Polda Metro Jaya menangkap tiga orang yang menyebarkan ajakan kepada sopir angkutan umum untuk menggelar unjuk rasa menolak kebijakan larangan mudik 2021.

"Pada hari Sabtu (8/5/2021) pukul 03.00 WIB telah diamankan tiga orang yang melakukan 'postingan' di WhatsApp Group untuk mengajak demonstrasi pelaku usaha transportasi secara serempak di beberapa lokasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya, Sabtu (8/5/2021).

Tiga pemuda yang ditangkap tersebut diketahui berinisial ES (33), AA (34) dan BES (39). Penangkapan terhadap ketiganya berawal dari laporan pada Jumat (7/5) berupa tangkap layar berisi ajakan unjuk rasa dan membuat kemacetan di jalan tol.

Baca juga: Terlibat Kasus Narkoba, Vokalis Band Deadsquad Diciduk Polisi

"Penyidik mendapatkan informasi terkait tangkapan layar yang tersebar dalam WhatsApp grup, tangkapan layar tersebut berisi seruan untuk mengadakan demo di dalam tol untuk menimbulkan kemacetan," ujar Yusri.

Atas laporan tersebut, Kepolisian menggelar penyelidikan yang mengarah kepada ketiga pelaku tersebut. Ketiganya pun diamankan untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa ketiganya tidak berniat mengikuti aksi demo tersebut. Mereka mengaku hanya meneruskan ajakan yang mereka terima di grup WhatsApp.

Ketiganya bahkan tidak mengetahui siapa pembuat pesan ajakan unjuk rasa tersebut.

"Ketiganya tidak memiliki rencana mengikuti kegiatan tersebut dan tidak mengetahui siapa yang menjadi penggerak atau inisiator kegiatan tersebut," kata Yusri.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Berhasil Tangkap 5 Oknum Anggota Polisi Terkait Kasus Narkoba

Meski demikian ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka atas dasar Pasal 160 KUHP tentang menghasut masyarakat supaya melakukan perbuatan pidana yang menimbulkan kedaruratan kesehatan. Mereka juga dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Polisi masih menyelidiki dan mencari pihak yang pembuat ajakan demo tersebut.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang

Berita Terkait: