Aplikasi Rukun Aplikasi Rukun
Pantau Flash
ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Ledakan di Afghanistan Timur
Kunjungi Tasta Tabanan Wildlife Park, Bamsoet Dukung Konservasi Flora Fauna
Ganggu Dominasi Duterte, Manny Pacquiao Akan Maju sebagai Capres Filipina
Deklarasikan Dukungan di Pilpres 2024, Sahabat Ganjar Siap Tempur di 17 Negara
Update COVID-19 Indonesia 19 September 2021, Kasus Aktif Turun 4.097, Sembuh Bertambah 6.186 Orang

Konten Radikal Jadi Ancaman di Masa Pandemi, BNPT Sisir Berbagai Platform Media Sosial

Headline
Konten Radikal Jadi Ancaman di Masa Pandemi, BNPT Sisir Berbagai Platform Media Sosial Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar. ANTARA/Evarianus Supar

Pantau.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar, menyatakan, lembaganya memantau konten radikal di media sosial.

"Kami melihat selama masa pandemi, angka-angka yang muncul didunia maya semakin signifikan, karena masyarakat lebih aktif berkomunikasi melalui sosial media," kata dia, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Ia menjelaskan hingga Agustus 2021, terdapat 399 grup maupun kanal media sosial yang dipantau yakni Telegram dengan peringkat tertinggi 135 grup/kanal, WhatsApp sebanyak 127 grup/kanal, Facebook sebanyak 121 grup/kanal dan Tamtam sebanyak 16 grup/kanal.

Baca juga: Punya Bukti Hukum Kuat, Hinca Pandjaitan Yakin Partai Demokrat Bisa Patahkan Gugatan KLB untuk Kedua Kalinya

Selain itu, kata dia, BNPT juga melakukan propaganda terbuka untuk kontra narasi dengan memberdayakan BNPT TV berbasis internet TV. Saluran itu menayangkan berbagai video, podcast dan pesan-pesan kebangsaan seperti semangat untuk menjaga persatuan, kebhinekaan, toleransi dan cinta Tanah Air.

"Kami mengundang tokoh-tokoh muda berprestasi untuk dapat menjadi figur muda teladan di masyarakat. Kami mencoba mengundang para tokoh muda berprestasi yang mereka favoritkan dan juga berasal dari masyarakat Indonesia," kata dia.

Boy menegaskan BNPT juga melakukan langkah kerja sama dengan aparat penegak hukum terkait konten-konten tersebut, dimana jika pelanggaran pada pijakan bersama Dirjen Aptika Kominfo. Sementara berkaitan dengan kejahatan siber tentu dengan unsur-unsur penegak hukum di kepolisian. 


Tim Pantau
Editor
Adryan N
Penulis
Adryan N

Berita Terkait: