Pantau Flash
Relawan Deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024, Dinilai Berhasil Tangani Ibu Kota
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncangkan Sarmi Papua
Jokowi Minta Kepala Daerah Cek Langsung Prokes Belajar Tatap Muka
Sentil Kepala Daerah, Jokowi: Kita Senangnya Latah, Sawit Ramai Semua Tanam Sawit
DKI Turun Level PPKM, Anies Bolehkan Anak di Bawah 12 Tahun ke Tempat Wisata

Kasus COVID-19 Tinggi, Gubernur Sulteng Dukung Pemkot Palu 'Lockdown' Wilayah Ini

Kasus COVID-19 Tinggi, Gubernur Sulteng Dukung Pemkot Palu 'Lockdown' Wilayah Ini Ilustrasi. (Foto: Antara)

Pantau.comGubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura mendukung kebijakan Pemerintah Kota Palu menerapkan karantina wilayah di kawasan Perumahan Dosen Universitas Tadulako (UNTAD).

"Bentuk dukungan Pemerintah Sulteng yakni melibatkan Dinas Sosial membuka dapur umum Pemkot Palu dalam menyiapkan makanan bagi warga di kompleks perumahan tersebut," kata Rusdy Mastura di Palu, Selasa (17/8/2021).

Baca juga: Kabar Baik di Hari Kemerdekaan, Pasien Sembuh di 25 Provinsi Lampaui Kasus Baru COVID-19

Dapur umum di buka Dinas Sosial Sulteng, untuk membantu dapur umum Dinas Sosial Palu dalam rangka melayani kebutuhan warga yang terdampak karantina wilayah sebanyak 300 kepala keluarga.

Di mana, kedua instansi tersebut melayani kebutuhan makan pagi, siang dan malam sebagai bentuk perhatian pemerintah atas dampak kebijakan tersebut. "Apa yang dilakukan pemerintah tentu tidak lain untuk kebaikan masyarakat dalam rangka mengendalikan penyebaran COVID-19," ujar Rusdy.

Di kompleks perumahan dosen yang berada di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore menurut pemerintah tingkat kematian akibat COVID-19 cukup tinggi mencapai angka 17 kasus dalam sepekan terakhir dan kasus terpapar sekitar 40 rumah tangga.

 Atas dasar itu, lalu Pemerintah Kota Palu mengambil langkah-langkah strategis untuk menekan laju tingkat paparan virus corona. Selain kebijakan Pemkot Palu, Gubernur juga mengapresiasi kebijakan Bupati Sigi yang sudah mengambil langkah strategis untuk mengurangi mobilitas masyarakat. "Sesuai laporan kami terima pada Senin bahwa saat ini Kabupaten Sigi sudah masuk di zona orange yang sebelumnya zona merah," ucap Rusdy.

Baca juga: Catat! Ini Syarat Perjalanan Terbaru PPKM Jawa dan Bali 17-23 Agustus

Ia mengimbau, seluruh bupati di provinsi tersebut agar mengambil langkah-langkah konkret sebagai upaya pencegahan dan pengendalian dengan cara mengurangi mobilitas masyarakat serta mematuhi protokol kesehatan. "Kita tidak boleh lengah dengan situasi ini. Olehnya bupati dan para pihak lainnya perlu membangun kolaborasi dalam penanganan COVID-19," turur Rusdy.

Mengurangi mobilitas masyarakat di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), telah dituangkan ke dalam surat edaran Gubernur Sulteng, termasuk menginstruksikan seluruh bupati/wali kota menyiapkan tempat isolasi terpusat bagi warga yang terpapar virus corona.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: