Pantau Flash
Kemenkes: Vaksinasi COVID-19 Bisa Lindungi dari Keparahan Penyakit hingga 95 Persen
Mohon Pengertiannya... COVID-19 di RI Menggila! Kasus Harian Positif Meroket 20.574 Orang Sehari
Mohon Maaf dan Waspada, BOR Ruang Isolasi di RS se-Kota Tangerang Capai 92,44 Persen
Varian Delta Belum Selesai, Kini India Umumkan Varian Baru 'Delta Plus' yang Lebih Ganas
Saksi Ahli Forensik Jadi Salah Satu Alasan Habib Rizieq Tak Terima Divonis 4 Tahun Bui dan Ajukan Banding

KASAL: Sebelum Karam, KRI Nanggala-402 Dinyatakan Layak Ikut Latihan Tempur

Headline
KASAL: Sebelum Karam, KRI Nanggala-402 Dinyatakan Layak Ikut Latihan Tempur Ilustrasi KRI Nanggala-402. (Foto: Antara)

Pantau.com - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono di hadapan anggota Komisi I DPR RI menyampaikan kondisi KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak dan siap mengikuti latihan tempur sebelum karam.

Yudo menerangkan riwayat kondisi KRI Nanggala-402 itu saat rapat kerja bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Yudo menjelaskan, KRI Nanggala-402 telah menjalani perawatan menyeluruh (overhaul) di galangan kapal di Korea Selatan pada 2012. Kemudian setelah perawatan menyeluruh, KRI Nanggala-402 rutin menjalani pemeliharaan tingkat menengah dari 2014-2021.

Baca juga: Pasca Tragedi KRI Nanggala-402, Panglima TNI Bersama DPR Evaluasi Alutsista RI

“Tiap tahun dilaksanakan pemeliharaan tingkat menengah di Kotama (Komando Utama) hingga 2020 ada pemeliharaan menengah dan docking, sementara dalam rangka latihan pada 2021 dilaksanakan pemeliharaan tingkat menengah,” terang Yudo.

Sementara itu dari sisi kesiapan tempur, kepala staf Angkatan Laut menerangkan KRI Nanggala-402 rutin terlibat latihan perang, termasuk penembakan rudal dan torpedo.

“Latihan penembakan torpedo dari kapal selam merupakan kegiatan rutin yang bertujuan melatih kemampuan para prajurit. Dengan demikian, dapat dikatakan KRI Nanggala-402 sudah sering dan terbiasa melaksanakan penembakan torpedo shoot baik dengan kepala perang (warhead) maupun kepala latihan (exercise) dengan berbagai sasaran,” kata Laksamana TNI Yudo Margono saat rapat kerja.

Ia lanjut menyebut KRI Nanggala-402 setidaknya telah terlibat dalam 17 kali latihan penembakan torpedo, baik yang berjenis warhead dan excercise. “Dua kali (KRI Nanggala-402) melaksanakan penembakan kepala perang, (dan) mengenai sasaran dan sasaran tenggelam. Dan, di latihan Laut Bali tersebut, KRI Nanggala-402 juga pernah mengenai satu sasaran menggunakan torpedo kepala perang,” kata Yudo menerangkan.

Sementara itu, sebelum karam saat tengah latihan penembakan torpedo, KRI Nanggala-402 juga telah melalui latihan gladi tugas tempur (glagaspur) tingkat 1 dan tingkat 2 yang berlangsung pada Juli-Agustus 2020. Hasil dari gladi itu berlaku sampai dua tahun.

Baca juga: China Kirim 3 Kapal dan 48 Penyelam Bantu Proses Evakuasi KRI Nanggala-402

“Sehingga, dari sisi kesiapan latihan, KRI Nanggala masih layak untuk melaksanakan latihan, karena sudah diuji gladi tugas tempur tingkat 1 dan tingkat 2 sebagai persyaratan untuk kapal-kapal,” sebut Yudo menerangkan.

Dalam paparan mengenai riwayat latihan yang ditayangkan di layar, Kasal menunjukkan KRI Nanggala-402 pernah terlibat latihan penembakan torpedo setidaknya di beberapa lokasi, antara lain di perairan sekitar Kepulauan Natuna; Selat Sunda; perairan dekat Sangata, Kalimantan Timur; Samudera Hindia; perairan dekat Bawean, Jawa Timur; dan perairan utara Pulau Bali, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

KRI Nanggala-402 ditemukan karam di perairan utara Pulau Bali pada 25 April 2021. Kapal selam itu karam setelah menyelam di perairan utara Bali pada 21 April 2021 untuk latihan penembakan rudal C802 dan torpedo kepala perang (warhead).

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi