Aplikasi Rukun Aplikasi Rukun
Pantau Flash
Kunjungi Tasta Tabanan Wildlife Park, Bamsoet Dukung Konservasi Flora Fauna
Ganggu Dominasi Duterte, Manny Pacquiao Akan Maju sebagai Capres Filipina
Deklarasikan Dukungan di Pilpres 2024, Sahabat Ganjar Siap Tempur di 17 Negara
Update COVID-19 Indonesia 19 September 2021, Kasus Aktif Turun 4.097, Sembuh Bertambah 6.186 Orang
Alhamdulillah Kabar Baik Lagi, Sebanyak 1.140.750 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia

Jokowi Sebut Kasus Corona di Pulau Jawa Melandai Turun, tapi Bergantian Naik di Luar Jawa

Headline
Jokowi Sebut Kasus Corona di Pulau Jawa Melandai Turun, tapi Bergantian Naik di Luar Jawa Presiden Jokowi. (Foto: Antara)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah sudah mampu mengerem lompatan kasus COVID-19 meskipun tren kasus baru turun secara perlahan.

“Keputusan yang sangat berat PPKM Darurat karena tak ada cara selain itu. Melompat kasusnya, dan alhamdulillah paling tidak bisa kita rem, meskipun turun pelan-pelan tapi bisa kita rem,” ujar Presiden Jokowi, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7/2021), saat membagikan Banpres Produktif Usaha Mikro kepada para pelaku usaha mikro dan kecil.

Baca juga: Tegas! Presiden Jokowi Bilang ASN Bukan Pejabat yang Harus Dilayani, Jangan Bergaya Seperti Zaman Kolonial

Presiden mengatakan penurunan kasus COVID-19 itu karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pada Jumat pagi tadi, Presiden menjelaskan dirinya telah memeriksa kondisi Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, yang selama ini dijadikan RS Darurat COVID-19.

Menurut Presiden, tingkat keterisian di Wisma Atlet sudah menurun menjadi 38 persen dari sebelumnya 90 persen. “Dulunya 90 persen hampir penuh. Ini juga patut kita syukuri, dan saya lihat angka-angka tadi, di wilayah-wilayah Pulau Jawa sudah landai turun, tetapi yang di luar Jawa gantian naik. Inilah memang varian delta ini penularan sangat cepat sekali,” ujar Presiden.

Kepada para pengusaha mikro dan kecil, Presiden menjelaskan sebetulnya pada Januari hingga Mei 2021, kondisi pandemi COVID-19 sudah mereda di Tanah Air. Di waktu yang sama, kegiatan ekonomi juga telah bergerak pulih. Namun, kata Presiden, tanpa terprediksi, Varian Delta Virus Corona muncul di India, dan menyebar ke beberapa negara lain. Hal itu yang menimbulkan guncangan di ekonomi karena karakterisik Virus Corona varian Delta yang mempu menyebar secara cepat.

Baca juga: Jokowi kepada Pelaku Usaha: Bapak Ibu Harus Bekerja Lebih Keras Lagi, Tahan Banting

“Sehingga ekonomi global guncang. Kita juga sama. Begitu Delta ini muncul, juga langsung kasus positif menjadi naik secara drastis, dan tak ada jalan lain saat itu, karena di JawapBali kita lihat semua titik merah tak ada kuning. Sehingga keputusan yang sangat berat PPKM Darurat karena tak ada cara selain itu,” jelas Presiden Jokowi.

Menurut data terakhir dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19, hingga Kamis (29/7), penambahan kasus COVID-19 di Indonesia sebanyak 43.479 kasus, dengan total kasus aktif per Kamis (29/7) sebesar 554.484 kasus. Adapun total kasus COVID-19 di Indonesia sejak Maret 2020 sebanyak 3.331.206 kasus dengan 2.686.179 kasus pasien telah sembuh, dan 90.552 pasien meninggal.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: