Pantau Flash
Kemenkes: Vaksinasi COVID-19 Bisa Lindungi dari Keparahan Penyakit hingga 95 Persen
Mohon Pengertiannya... COVID-19 di RI Menggila! Kasus Harian Positif Meroket 20.574 Orang Sehari
Mohon Maaf dan Waspada, BOR Ruang Isolasi di RS se-Kota Tangerang Capai 92,44 Persen
Varian Delta Belum Selesai, Kini India Umumkan Varian Baru 'Delta Plus' yang Lebih Ganas
Saksi Ahli Forensik Jadi Salah Satu Alasan Habib Rizieq Tak Terima Divonis 4 Tahun Bui dan Ajukan Banding

HNW Serukan Dunia Internasional Selamatkan Masjid Al Aqsho dari Teror Israel

HNW Serukan Dunia Internasional Selamatkan Masjid Al Aqsho dari Teror Israel Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW). (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA mengecam serangan tentara Israel terhadap Masjid Al Aqsa disertai teror dan kebrutalan terhadap umat Islam yang sedang beribadah tarawih di dalamnya.

Karena itu Hidayat Nur Wahid menyerukan kepada dunia internasional untuk bersama-sama menyelamatkan masjid Al Aqsho, menghentikan teror Israel dan  memberikan sanksi kepada Israel  dengan mengucilkannya secara internasional.  

Menurut HNW sapaan akrab Hidayat peristiwa ini terjadi, setelah sebelumnya di awal Ramadhan pihak Israel menyabotase adzan di Masjid Al Aqsa. Kekejaman Israel makin nyata  setelah tentara negara tersebut memback up para radikalis Yahudi merampas tanah dan rumah warga Palestina di Sheikh Jarrah Jerussalem Timur. Tindakan brutal yang dilakukan berturut-turut itu harus mendapat perhatian dari dunia internasional. 

Baca juga: HNW: Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Optimalisasi Pengumpulan dan Pendistribusian Zakat

“Tentara Israel telah melakukan teror terbuka terhadap Masjid Al Aqsa, tempat ibadah umat Islam yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Tindakan ini tak ada bedanya dengan  kelompok-kelompok teroris yang menyasar rumah ibadah agama lain.  Tapi ini lebih parah karena dilakukan berulang-ulang oleh entitas negara, dan menyalahi berbagai kesepakatan internasional,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (8/5/2021). 

HNW mendesak sejumlah pihak agar lembaga-lembaga internasional yang memperhatikan hak asasi manusia (HAM) dan perdamaian di Timur Tengah, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab dan Komunitas HAM internasional, segera bersidang dan mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan masjid AlAqsho dan  menjatuhkan sanksi atas terorisme  Israel. 

“Langkah konkret penting segera diambil, karena sangat disesalkan bila dunia internasional hanya diam saja dan membiarkan kejahatan melanggar konvensi PBB dan HAM internasional terus terjadi. Padahal kejahatan Israel ini sangat serius mengancam proposal perdamaian di Timur Tengah,” ujarnya. 

Baca juga: HNW : Kesempatan Perpanjangan BST Terbuka Lebar, Saatnya Kemensos Bertindak

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan, kebrutalan tentara Israel ini menunjukan bahwa upaya Israel melakukan ‘normalisasi’ hubungan dengan sejumlah negara Arab dan Timur Tengah dengan iming-iming perdamaian hanya sebuah omong kosong.

“Bagaimana perdamaian bisa terjadi sesuai janji Israel dalam setiap proyek ‘normalisasi’, sedangkan mereka menyerang Masjid AlAqsho yang sangat dihormati oleh Umat Islam sedunia, apalagi juga dengan menyerang Umat yang beribadah di dalamnya?” tukasnya. 

“Hubungan antar negara hanya bisa berlaku normal apabila dilakukan antar negara yang beradab, bukan dengan negara abnormal yang terus menerus melakukan penjajahan dan aksi terorisme,” tambahnya.     

HNW berharap, gerakan menyelamatkan masjid alAqsho dan menghukum serta menghentikan teror Israel oleh sekelompok aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), seperti gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS), dapat diupgrade ke level yang lebih tinggi dengan melibatkan aturan di setiap negara.

“Sudah selayaknya bila negara teroris semacam ini diberi sanksi dan tidak mendapat tempat di level pergaulan beradab internasional,” pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang

Berita Terkait: