Pantau Flash
Kemenkes: Vaksinasi COVID-19 Bisa Lindungi dari Keparahan Penyakit hingga 95 Persen
Mohon Pengertiannya... COVID-19 di RI Menggila! Kasus Harian Positif Meroket 20.574 Orang Sehari
Mohon Maaf dan Waspada, BOR Ruang Isolasi di RS se-Kota Tangerang Capai 92,44 Persen
Varian Delta Belum Selesai, Kini India Umumkan Varian Baru 'Delta Plus' yang Lebih Ganas
Saksi Ahli Forensik Jadi Salah Satu Alasan Habib Rizieq Tak Terima Divonis 4 Tahun Bui dan Ajukan Banding

Gubernur NTT Beberkan Alasan Penutupan Tenda Pengungsian Seroja

Gubernur NTT Beberkan Alasan Penutupan Tenda Pengungsian Seroja Kondisi permukiman warga yang rusak akibat banjir bandang di Waiwerang, Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4/2021). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww)

Pantau.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat berharap para pengungsi karena terdampak bencana badai siklon tropis seroja tidak menempati kamp pengungsian guna menghindari terjadinya penularan COVID-19.

"Sebaiknya warga tidak dikumpulkan terpusat di kamp pengungsian karena bisa berpotensi adanya penularan COVID-19," kata Viktor di Kupang, Selasa (13/4/2021), terkait upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di tengah bencana alam badai seroja.

Baca juga: Polri Kerahkan Tenaga Kesehatan dan K-9 Bantu Proses Penyelamatan Korban di NTT

Ia mengatakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang masih terjadi di provinsi berbasis kepulauan ini maka warga yang terdampak bencana alam badai siklon tropis Seroja ini tidak dikumpulkan terpusat dalam kamp pengungsian namun disebarkan ke rumah-rumah penduduk yang tidak terdampak bencana.

"Korban bencana ini sebaiknya disebar ke rumah-rumah warga yang bersedia menampung para korban yang tertimpa bencana," kata Viktor.

Menurutnya, BNPB akan menyiapkan anggaran sewa rumah bagi para korban terdampak bencana alam badai seroja sebesar Rp500 ribu/bulan untuk biaya kontrakan.

Biaya kontrakan rumah itu diberikan sambil menunggu proses relokasi dilakukan pemerintah.

Viktor mengapresiasi Dinas Kesehatan Kota Kupang yang melakukan upaya antisipasi secara dini terhadap penyebaran COVID-19 dengan melakukan rapid antigen terhadap para pengungsi di kamp-kamp pengungsian.

Baca juga: Gubernur NTT Ungkap PLN Terus Berusaha Pulihkan Listrik di Wilayah Terdampak Bencana

Menurut Viktor, apabila diperlukan rapid antigen dilanjutkan dengan tes PCR kepada semua korban yang ada di lokasi pengungsian untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Syahrul

Berita Terkait: