Aplikasi Rukun Aplikasi Rukun
Pantau Flash
Kunjungi Tasta Tabanan Wildlife Park, Bamsoet Dukung Konservasi Flora Fauna
Ganggu Dominasi Duterte, Manny Pacquiao Akan Maju sebagai Capres Filipina
Deklarasikan Dukungan di Pilpres 2024, Sahabat Ganjar Siap Tempur di 17 Negara
Update COVID-19 Indonesia 19 September 2021, Kasus Aktif Turun 4.097, Sembuh Bertambah 6.186 Orang
Alhamdulillah Kabar Baik Lagi, Sebanyak 1.140.750 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia

Gawat! Vaksinasi di Semarang Harus Dihentikan karena Stok Vaksin Menipis, Wali Kota pun Tak Habis Pikir

Headline
Gawat! Vaksinasi di Semarang Harus Dihentikan karena Stok Vaksin Menipis, Wali Kota pun Tak Habis Pikir Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada seorang buruh yang akan mengikuti dialog bertajuk Buruh Bicara dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Buruh atau May Day di Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/5/2021). ANTARA FOTO/Aji Styawan/rwa (A

Pantau.comPemerintah Kota Semarang terpaksa menutup sejumlah sentra vaksinasi menyusul menipisnya persediaan vaksin COVID-19.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam siaran pers yang diterima di Semarang, Jumat (30/7/2021), mengatakan, pasokan vaksin untuk Ibu Kota Jawa Tengah ini belum kunjung datang.

Wali kota yang akrab disapa Hendi ini tidak mengetahui secara pasti penyebab tersendatnya pasokan vaksin ini.

"Saya nggak paham kendalanya di mana, karena Presiden menyatakan stok vaksin nasional masih sangat banyak," katanya.

Meski demikian, kata dia, Pemkot Semarang terus membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendapatkan tambahan pasokan vaksin, mengingat kebutuhan kota ini cukup besar.

"Kami baru mendapat informasi untuk menyusun kebutuhan untuk seminggu ke depan, tetapi belum ada kepastian kapan vaksin akan datang," katanya.

Kota Semarang, kata dia, menargetkan vaksinasi untuk 1,3 juta jiwa penduduknya untuk mencapai kekebalan komunal.

Baca juga: Segera Cair! Kemnaker Terima Data Calon Penerima Bantuan Subsidi Gaji Rp1 Juta

Ia menambahkan Kota Semarang sanggup melaksanakan vaksinasi sekitar 18 ribu hingga 20 ribu orang per hari.


Tim Pantau
Editor
Adryan N
Penulis
Adryan N

Berita Terkait: