Aplikasi Rukun Aplikasi Rukun
Pantau Flash
Kunjungi Tasta Tabanan Wildlife Park, Bamsoet Dukung Konservasi Flora Fauna
Ganggu Dominasi Duterte, Manny Pacquiao Akan Maju sebagai Capres Filipina
Deklarasikan Dukungan di Pilpres 2024, Sahabat Ganjar Siap Tempur di 17 Negara
Update COVID-19 Indonesia 19 September 2021, Kasus Aktif Turun 4.097, Sembuh Bertambah 6.186 Orang
Alhamdulillah Kabar Baik Lagi, Sebanyak 1.140.750 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia

Diamankan karena Bentangkan Poster ke Presiden, Kini Peternak Blitar Diundang ke Istana, Jokowi Ucapkan Terima Kasih

Headline
Diamankan karena Bentangkan Poster ke Presiden, Kini Peternak Blitar Diundang ke Istana, Jokowi Ucapkan Terima Kasih Peternak pembentang poster di Blitar berbicara usai bertemu dengan Presiden Jokowi di istana kepresidenan Jakarta, Rabu (15/9).

Pantau.com - Suroto yang merupakan peternak ayam pembentang poster ke arah Presiden Jokowi menyebut bahwa Kepala Negara mengucapkan terima kasih karena tindakannya tersebut.

"(Presiden) berterima kasih, berterima kasih sekali dengan apa yang saya lakukan itu, (menurut Presiden) 'kalau ndak ada kamu yang membentangkan poster, saya ndak akan tahu kondisi di bawah' karena laporan anak buahnya tidak sampai ke atas," kata Suroto di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Saat Presiden Jokowi datang ke Makam Bung Karno (MBK) di Blitar pada 7 September 2021, seorang pria membentangkan poster saat lewat, poster tersebut bertuliskan "Pak Jokowi Bantu Peternak Beli Jagung dengan Harga Wajar".

Baca juga: Bareskrim Bantu Percepat Pengungkapan Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Pria tersebut lalu diamankan setelah rombongan Presiden Jokowi keluar dari Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar oleh pihak pengamanan.

"Awalnya, saat bertemu, saya meminta maaf pada Pak Jokowi atas apa yang telah saya lakukan dengan membentangkan poster," ungkap Suroto.

Suroto menyebut bahwa tulisan lengkap di posternya adalah, "Pak Jokowi, bantu peternak beli jagung dengan harga wajar telur murah."

"Itu yang lengkap, jadi ada kata telur murah," tambah Suroto.

Suroto menyebut pembuatan poster tersebut karena ia tidak punya jalan keluar lain atas masalahnya selaku peternak ayam.

"Spontanitas para ketua asosiasi, ketua koperasi sudah mencoba untuk berkoordinasi dengan dinas perdagangan, dinas pertanian setempat, minta audiensi, 'hearing' sama Kementerian Pertanian, tapi yang menemui cuma dirjennya. Jadi tidak bisa memberikan solusi, sedangkan kita terjepit posisinya, usaha itu tidak bisa jalan," ungkap Suroto.

Menurut Suroto, meski peternak dapat memproduksi telur 100 persen masih tetap rugi karena telur tetap menumpuk di kandang.

"Makanya saya punya inisiatif. Kalau saya tidak nekat membentangkan poster, ini pasti tidak akan ditanggapi dalam artian, saya percaya ini tidak sampai ke Pak Jokowi. Saya percaya satu-satunya orang di Indonesia pada saat ini yang bisa menolong peternak ya hanya pak Jokowi, itu saja," ungkap Suroto.

Baca juga: Dapat Pujian dari Gibran soal Penanganan Pandemi, Begini Jawaban Bijak Anies Baswedan

Suroto juga menegaskan bahwa ia tidak punya tendensi politik apapun.

"Murni saya sebagai peternak mandiri," kata Suroto.

Suroto mengaku diberitahu untuk datang ke istana kepresidenan pada Selasa (14/9).

"Kemarin pagi pukul 08.00, jadi mendadak, kita tidak tahu, ah ini pasti bohong, ternyata ya betul-betul," tambah Suroto.

Tim Pantau
Editor
Adryan N
Penulis
Adryan N

Berita Terkait: