Aplikasi Rukun Aplikasi Rukun
Pantau Flash
Kunjungi Tasta Tabanan Wildlife Park, Bamsoet Dukung Konservasi Flora Fauna
Ganggu Dominasi Duterte, Manny Pacquiao Akan Maju sebagai Capres Filipina
Deklarasikan Dukungan di Pilpres 2024, Sahabat Ganjar Siap Tempur di 17 Negara
Update COVID-19 Indonesia 19 September 2021, Kasus Aktif Turun 4.097, Sembuh Bertambah 6.186 Orang
Alhamdulillah Kabar Baik Lagi, Sebanyak 1.140.750 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia

2 Varian Baru Covid-19 Ini Diklaim Kemenkes Belum Masuk Indonesia

Headline
2 Varian Baru Covid-19 Ini Diklaim Kemenkes Belum Masuk Indonesia Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kementerian Kesehatan belum menemukan kasus penularan virus corona penyebab COVID-19 varian yang baru, termasuk varian Mu.

"Sampai saat ini tidak kurang dari 6.253 hasil sekuensing telah kita laporkan. Dari total tersebut 2.252 adalah varian Delta yang ditemukan di 33 provinsi di Indonesia," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat menyampaikan keterangan pers via daring pada Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Bareskrim Bantu Percepat Pengungkapan Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Dalam siaran pers di saluran YouTube FMB9ID yang dipantau dari Jakarta, Nadia mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan bersama pihak-pihak terkait terus memantau persebaran COVID-19 dan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi penularan varian baru virus corona.

"Kita juga memantau semua varian-varian yang muncul baik itu variant of concern (VoC) atau variant of interest (VoI)," katanya.

"Lamda dan Mu merupakan varian yang belum masuk ke Indonesia, tetapi tetap harus kita waspadai, termasuk varian lokal yang mungkin muncul di Indonesia," ia menambahkan.

Baca juga: Dapat Pujian dari Gibran soal Penanganan Pandemi, Begini Jawaban Bijak Anies Baswedan

Ia mengatakan bahwa pemerintah telah mengantisipasi masuknya varian baru virus corona. Pengawasan lalu lintas orang dari luar negeri di pintu-pintu masuk ke wilayah Indonesia ditingkatkan untuk mencegah masuknya varian baru virus corona.

"Kita terus berkonsultasi dengan WHO untuk terus memperbarui informasi terkait varian-varian baru yang berpotensi masuk dan menyebar di Indonesia," katanya.

Tim Pantau
Editor
Adryan N
Penulis
Adryan N

Berita Terkait: