Pantau Flash
Relawan Deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024, Dinilai Berhasil Tangani Ibu Kota
Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncangkan Sarmi Papua
Jokowi Minta Kepala Daerah Cek Langsung Prokes Belajar Tatap Muka
Sentil Kepala Daerah, Jokowi: Kita Senangnya Latah, Sawit Ramai Semua Tanam Sawit
DKI Turun Level PPKM, Anies Bolehkan Anak di Bawah 12 Tahun ke Tempat Wisata

Selandia Baru Kembali Lockdown Usai Kasus Varian Delta Menyebar

Selandia Baru Kembali Lockdown Usai Kasus Varian Delta Menyebar Pemandangan Kota Auckland, Selandia Baru. (Foto: APEC Secretariat via Antara)

Pantau.com - Jalan-jalan kota di Selandia Baru terlihat sepi ketika negara itu kembali menjalani lockdown pertama dalam enam bulan untuk menahan laju sebaran varian Delta COVID-19 yang sangat menular.

Selandia Baru sempat terbebas dari virus dan hidup tanpa pembatasan hingga Selasa ketika Perdana Menteri Jacinda Ardern memerintahkan lockdown nasional selama tiga hari.

Baca juga: Ini Kota Berstatus Paling Layak Huni di Tengah Pandemi, Kehidupannya Seperti Sebelum New Normal

Pada Selasa (17/8), sebuah kasus penularan lokal yang diduga diakibatkan oleh varian Delta ditemukan di kota terbesar, Auckland. Ardern mengonfirmasi kasus baru itu adalah varian Delta dan jumlahnya bertambah empat menjadi lima, semuanya terkait dengan kasus pertama.

Salah satu kasus baru adalah seorang perawat di Rumah Sakit Auckland. "Kami selalu memiliki cara sendiri untuk merespons dan cara itu berat dan dilakukan lebih awal, karena itu lebih baik daripada ringan dan lama lalu berakhir dengan penguncian yang berkepanjangan," kata Ardern dalam sebuah video yang diunggah di Facebook, dilansir Reuters, Rabu (18/8/2021).

Negara itu kini berada dalam lockdown level 4, level kewaspadaan tertinggi, selama minimal tiga hari, sementara Auckland akan dikunci sepekan.

Di ibu kota Wellington, hanya sedikit orang terlihat di pusat kota yang biasanya ramai oleh para pembelanja dan pekerja kantor, sementara siaran TV memperlihatkan pemandangan serupa di Auckland.

Setelah lockdown diumumkan, toko-toko swalayan dipenuhi warga yang membeli persediaan bahan pokok meski pemerintah berkali-kali berusaha meyakinkan masyarakat bahwa tak akan ada kelangkaan pasokan.

Baca juga: Video: Curi Start! Selandia Baru Sukses Gelar Konser Besar Tanpa Prokes

Kegiatan bisnis dan sekolah berpindah ke rumah dan dilakukan secara daring. Menteri Keuangan Grant Robertson mengatakan pemerintah akan kembali memberi subsidi upah mulai Jumat jika lockdown diperpanjang.

Kasus penularan lokal COVID-19 di Selandia Baru dilaporkan terakhir pada Februari. Sejak itu penduduknya hidup tanpa aturan pembatasan meski sebagian perbatasan internasional masih ditutup. Sejauh ini negara itu telah mencatat sekitar 2.500 kasus virus corona terkonfirmasi dengan 26 kematian.

Tim Pantau
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: