Aplikasi Rukun Aplikasi Rukun
Pantau Flash
Kunjungi Tasta Tabanan Wildlife Park, Bamsoet Dukung Konservasi Flora Fauna
Ganggu Dominasi Duterte, Manny Pacquiao Akan Maju sebagai Capres Filipina
Deklarasikan Dukungan di Pilpres 2024, Sahabat Ganjar Siap Tempur di 17 Negara
Update COVID-19 Indonesia 19 September 2021, Kasus Aktif Turun 4.097, Sembuh Bertambah 6.186 Orang
Alhamdulillah Kabar Baik Lagi, Sebanyak 1.140.750 Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia

CDC Ungkap Fakta Mengerikan Varian Delta, Kecepatan Penularannya Sama dengan Penyakit Ini

CDC Ungkap Fakta Mengerikan Varian Delta, Kecepatan Penularannya Sama dengan Penyakit Ini Sejumlah orang dengan masker di wajahnya berjalan di kawasan Times Square, Kota New York seiring dengan semakin meningkatnya penularan varian Delta. (Foto: Reuters/Eduardo Munoz via Antara)

Pantau.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menggambarkan varian Delta dari virus corona sama menularnya dengan cacar air dan dapat menyebabkan penyakit parah.

Hal itu disampaikan dalam berita yang disiarkan New York Times yang mengutip dokumen internal CDC. Virus corona varian Delta juga lebih mungkin untuk menembus perlindungan yang diberikan oleh vaksin, menurut laporan CDC itu, dilansir dari Reuters, Sabtu (31/7/2021).

Baca juga: Negara Tetangga Indonesia Ini Akan Lakukan Lockdown di Ibu Kota pada 6 Agustus

Keputusan CDC pada Selasa (27/7) untuk kembali meminta warga Amerika mematuhi petunjuk penggunaan masker walaupun sudah divaksin penuh juga didasarkan pada laporan tersebut.

Namun, data CDC menunjukkan bahwa vaksin COVID sangat efektif dalam mencegah penyakit serius, perawatan inap, dan kematian pada orang yang telah divaksin terhadap virus corona, kata laporan itu yang mengutip para ahli.

Penelitian baru menunjukkan orang yang telah divaksin dan terinfeksi varian Delta membawa sejumlah besar virus di hidung dan tenggorokan, kata Direktur CDC Rochelle Walensky kepada New York Times.

Baca juga: Inggris Sumbang 600.000 Dosis Vaksin AstraZeneca ke Indonesia

Virus corona varian Delta lebih menular daripada virus yang menyebabkan MERS, SARS, Ebola, flu biasa, flu musiman dan cacar, seperti disampaikan dalam berita media tersebut.

Langkah segera berikutnya bagi CDC adalah untuk "mengakui bahwa perang (melawan virus corona) telah berubah," kata New York Times (NYT) yang mengutip laporan CDC. CDC diharapkan untuk mempublikasikan data tambahan tentang varian Delta pada Jumat, kata NYT.

Tim Pantau
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi