HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Korea Utara Uji Hulu Ledak Bom Tandan, Empat Jenis Siap Dioperasikan Tahun Ini

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Korea Utara Uji Hulu Ledak Bom Tandan, Empat Jenis Siap Dioperasikan Tahun Ini
Foto: Ilustrasi - Uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasongpho-17 milik Korea Utara.

Pantau - Korea Utara (Korut) melakukan uji coba hulu ledak bom tandan atau cluster bomb yang dapat dipasang pada rudal balistik dan diklaim mampu menghantam wilayah seluas 12 hingga 13 hektare.

Pengujian tersebut berlangsung pada Sabtu (31/10/2026), sebagaimana dilaporkan media resmi Korea Utara.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Minggu (1/11/2026) melaporkan bahwa militer negara tersebut menargetkan empat kategori hulu ledak bom tandan siap digunakan secara operasional pada tahun ini.

Keterangan tersebut disampaikan dengan mengutip seorang pejabat Administrasi Rudal Korea Utara.

Menurut pejabat tersebut, penggunaan masing-masing kategori hulu ledak akan disesuaikan dengan tujuan operasional serta karakteristik khusus sasaran.

Hulu Ledak Bom Tandan Diklaim Mampu Menjangkau 13 Hektare

Berdasarkan laporan KCNA, hulu ledak yang diuji Korea Utara dirancang untuk dipasang pada rudal balistik.

Senjata tersebut dilaporkan memiliki kemampuan menghantam area seluas 12 hingga 13 hektare.

Bom tandan merupakan jenis amunisi yang melepaskan sejumlah submunisi berukuran lebih kecil dan menyebarkannya ke wilayah yang luas.

Karakteristik tersebut membedakan bom tandan dari amunisi yang menghasilkan satu titik ledakan utama.

Korea Utara menyatakan keempat kategori hulu ledak tersebut akan dapat digunakan sesuai kebutuhan operasi militer dan karakteristik target pada tahun ini.

Korea Utara Sebelumnya Uji Rudal Balistik pada April

Pengujian terbaru tersebut menyusul pengumuman Korea Utara mengenai peluncuran rudal balistik yang dilengkapi hulu ledak bom tandan pada April 2026.

Pengumuman pada April menjadi bagian dari rangkaian pengembangan persenjataan yang kemudian dilanjutkan dengan pengujian pada akhir Oktober.

Dalam laporan terbarunya, KCNA mengutip pejabat Administrasi Rudal Korea Utara mengenai kesiapan operasional empat kategori hulu ledak tersebut.

Namun, laporan yang disampaikan tidak memerinci perbedaan teknis maupun karakteristik masing-masing kategori.

Korea Utara Belum Bergabung dalam Konvensi Oslo

Pengembangan bom tandan Korea Utara juga berkaitan dengan ketentuan internasional mengenai penggunaan jenis persenjataan tersebut.

Konvensi Oslo melarang penggunaan, produksi, penyimpanan, dan pemindahan munisi tandan bagi negara-negara yang menjadi pihak dalam perjanjian tersebut.

Hingga laporan ini diterbitkan, Korea Utara belum bergabung dalam Konvensi Oslo.

Dengan demikian, pengumuman pengujian terbaru tersebut disampaikan ketika Pyongyang masih berada di luar perjanjian internasional yang melarang munisi tandan.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026