HOME  ⁄  News

Trump Sebut Iran Berpotensi Tingkatkan Serangan Jelang Pemilu AS 3 November, Washington Klaim Bisa Akhiri Konflik dengan Cepa

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Trump Sebut Iran Berpotensi Tingkatkan Serangan Jelang Pemilu AS 3 November, Washington Klaim Bisa Akhiri Konflik dengan Cepa
Foto: Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dan Iran.

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkirakan Iran akan meningkatkan aksi militernya menjelang pemilihan umum paruh waktu AS pada 3 November 2026 karena Teheran dinilai ingin memberikan tekanan terhadap Washington di tengah konflik yang telah berlangsung lebih dari tujuh bulan.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri kegiatan kampanye Partai Republik di Tennessee, Amerika Serikat, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Trump, Iran kemungkinan memanfaatkan momentum politik menjelang pemilu untuk meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Amerika Serikat.

“Mereka mungkin akan melakukan sedikit lebih banyak sebelum pemilu, karena berpikir hal itu akan merugikan kami,” kata Trump.

Pernyataan tersebut muncul ketika konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran masih berlangsung, sementara upaya diplomatik untuk menghentikan permusuhan belum mencapai kesepakatan akhir.

Trump Klaim Amerika Serikat Bisa Mengakhiri Konflik dengan Iran

Dalam pidatonya di Tennessee, Trump menyatakan Amerika Serikat memiliki kemampuan untuk mengakhiri konfrontasi dengan Iran dalam waktu singkat.

“Tetapi kami bisa mengakhirinya dengan sangat cepat,” ujarnya.

Trump juga mengklaim pemerintahannya telah menunjukkan sikap menahan diri terhadap Iran meskipun operasi militer telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.

“Mereka tidak tahu betapa baiknya saya kepada mereka,” kata Trump.

Dalam kesempatan tersebut, Trump mengklaim sebanyak 159 kapal Iran telah ditenggelamkan sejak perang dimulai.

Namun, pernyataan mengenai jumlah kapal yang ditenggelamkan itu merupakan klaim Trump yang tidak disertai rincian verifikasi dalam laporan tersebut.

Trump sebelumnya juga memperkirakan perang dengan Iran dapat segera berakhir setelah pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada 3 November.

Selat Hormuz Menjadi Sorotan dalam Konflik AS dan Iran

Trump turut menyinggung Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu pusat ketegangan dalam konflik tersebut.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk mengganti namanya menjadi Selat Trump,” ujarnya.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dan energi melalui kawasan Teluk.

Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari telah mengganggu aktivitas pelayaran komersial di wilayah tersebut.

Menurut laporan Anadolu, lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz hampir sepenuhnya terhenti akibat konflik.

Gangguan pelayaran tersebut turut mendorong kenaikan harga energi global selama perang berlangsung.

Perang AS-Israel dan Iran Berlangsung Sejak Februari 2026

Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan.

Teheran juga secara efektif menutup Selat Hormuz, sehingga mengganggu jalur pengiriman energi internasional.

Konflik tersebut telah berlangsung lebih dari tujuh bulan hingga Oktober 2026.

Pada Juni 2026, Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan kerangka setelah proses mediasi yang melibatkan Pakistan dan Qatar.

Kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk menghentikan permusuhan dan membuka jalan menuju perundingan lanjutan.

Namun, pelaksanaannya terhenti akibat sejumlah perbedaan pandangan antara kedua negara.

Salah satu persoalan utama yang belum terselesaikan berkaitan dengan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Pemilu Paruh Waktu AS Berlangsung pada 3 November

Pemilu paruh waktu Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026 untuk menentukan komposisi Kongres.

Konflik dengan Iran menjadi salah satu isu penting dalam persaingan politik menjelang pemungutan suara tersebut.

Trump tidak mencalonkan diri dalam pemilu paruh waktu, tetapi aktif berkampanye untuk mendukung kandidat Partai Republik.

Kegiatan kampanye tersebut bertujuan membantu Partai Republik mempertahankan kendali atas satu atau kedua kamar Kongres Amerika Serikat.

Di tengah persiapan pemilu, Trump kembali menyampaikan kemungkinan peningkatan aksi Iran sekaligus menegaskan bahwa Washington memiliki kemampuan untuk mengakhiri konfrontasi dengan cepat.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, upaya penyelesaian konflik melalui kesepakatan diplomatik masih menghadapi hambatan, terutama terkait keamanan kawasan dan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026