Pantau Flash
Kejagung Ungkap Nilai Sementara Aset Sitaan Kasus Asabri Capai Rp10,5 Triliun
Gus Menteri Minta Kades Segera Salurkan BLT, Bantu Ekonomi Warga Desa di Bulan Ramadan
Berstatus WN Amerika, MK Diskualifikasi Bupati Terpilih Orient Riwu Kore
Kabar Gembira dari Update Covid-19 Hari Ini, Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Positif
Mutasi COVID-19 B1525 Ditemukan di Batam, Dinkes Pastikan Tak Ada Kontak Erat Pasien

Mengenal Lebih Jauh Si Batu Warna Warni Zirkon yang Punya Banyak Kegunaan

Mengenal Lebih Jauh Si Batu Warna Warni Zirkon yang Punya Banyak Kegunaan Petugas dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM menunjukan batu mineral zirkon di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Senin (5/4/2021). Pemerintah menghentikan proses ekspor 200 ton zirkon ke Chin

Pantau.com - Penundaan ekspor Zirkon ke Tiongkok dilakukan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ridwan Djamaludin.

Pada hari ini, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memeriksa delapan kontainer berisi 200 ton zirkon siap ekspor di Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang, Minggu (5/4/2021).

Pembongkaran kontainer dengan cara bongkar paksa, guna memastikan keabsahan barang dengan dokumen yang diajukan. 

Baca juga:Menteri ESDM Dorong Optimalisasi Kapasitas Produksi Kilang-Kilang Lain Guna Atasi Kilang Balongan

Diduga kuat, barang yang akan diekspor ke negara Cina tersebut mengandung mineral ikutan lainnya, seperti monazite dan ilmenite.

Pemberhentian dan pembongkaran paksa mineral yang terkandung dalam Zirkon tersebut ialah seperti monazite dan ilmenite.

200 Ton Zirkon tersebut terdapat dalam delapan kontainer yang berada di Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang, 4 April 2021. 

Sumber daya mineral zirkon sendiri banyak terdapat di Indonesia, termasuk di Kalimantan, Sumatera dan Bangka Belitung. Sementara itu, hasil olahan zirkon banyak dimanfaatkan untuk industri keramik, refraktori, dan pewarna.

Berdasarkan KKBI, zirkon merupakan batu yang terbuat secara sintetis dari zirkonium oksida, berwarna bening, cokelat, biru, abu-abu, hijau, atau merah.

Melansir laman Geology.com, zirkon adalah mineral Zirkonium silikat dengan komposisi kimia ZrSiO4. Mineral ini merupakan konstituen kecil dari batuan beku, metamorf, dan sedimen.

Zirkon juga merupakan batu permata populer yang telah digunakan selama hampir 2000 tahun. Menariknya, zirkon muncul dalam berbagai warna dan memiliki kecerahan dan api yang menyaingi berlian. 

Umumnya zirkon tersedia dalam berbagai warna yang menarik. Kebanyakan zirkon alami berwarna kuning, merah, atau coklat.

Baca juga:Menteri ESDM Angkat Bicara Soal Penyebab Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Balongan

Digunakan sebagai material aksesoris

Zirkon adalah mineral aksesori utama di sebagian besar batuan granit. Ia juga ada di gneiss (jenis batuan metamorf) dan batuan lain yang berasal dari metamorfosis batuan beku bantalan zirkon.

Zirkon sangat umum dan tersebar luas di seluruh bebatuan permukaan bumi, sehingga dapat dianggap sebagai mineral yang ada di mana-mana.

Namun, zirkon biasanya tidak terlihat pada batuan dan sedimen karena ukuran partikelnya yang sangat kecil. Butir zirkon yang berukuran lebih dari beberapa milimeter jarang terjadi - biasanya berukuran di bawah satu milimeter. 

Ini adalah salah satu mineral Bumi yang paling umum, tetapi sebenarnya paling diabaikan. Zirkon sangat tahan terhadap perubahan kimia dan abrasi. 

Ketika unit batuan yang mengandung zirkon mengalami pelapukan dan sedimennya terkikis, sejumlah besar kristal zirkon kecil tersebar.

Selanjutnya, zirkon juga sebagai mineral silikat dengan rumus kimia ZrSiO4, merupakan sumber utama logam zirkonium, terakumulasi sebagai endapan pasir pantai, digunakan sebagai pasir cetak, batu permata, batu tahan api, keramik, dan paduan logam.

Zirkon merupakan batu mineral dengan beberapa macam warna. Adapun rumus kimia Zirkon adalah ZrSiO4 (zirkonium silikat), bobot jenis 4-4,8, kekerasan 7-7,5, mempunyai kemampuan mendispersikan cahaya sehingga kelihatan berkilauan yang hanya kalah dari kilauan intan. 

Kegunaan Zirkon

Kegunaan mineral zirkon, di antaranya sebagai batu setengah permata, bahan untuk perhiasan dan abrasif (ampelas), bahan lapisan anti gores keramik, bahan anti korosi dan penahan panas (refraktori dan foundri).

Unsur ini banyak digunakan oleh industri kimia, di mana agen korosif digunakan.

Zirconium digunakan sebagai getter dalam tabung vakum, sebagai agen pencampur logam dalam baja, peralatan bedah, primer peledak, filamen bola lampu pijar dan rayon spinnerets.

zirconium menjadi superkonduktif pada suhu rendah dan digunakan untuk membuat magnet superkonduktif.

Zirconium oksida (zirkon) memiliki indeks refraksi yang tinggi dan digunakan sebagai bahan batu permata.

Oksida yang tidak murni, zirkonia digunakan untuk laboratory crucibles yang dapat menahan panas, dalam tungku pemanas dan oleh industri gelas dan keramik sebagai bahan refratory.

Baca juga:Menteri ESDM Sebut Transisi Energi Bersih Perlu Libatkan Masyarakat

Dalam medis, zirconia digunakan untuk komponen utama pada implantasi pembuluh darah pada pinggul manusia.

High strength dan high toughness, membuat pinggul manusia menjadi lebih kecil akan tetapi artikulsinya menjadi lebih besar. Kemampuan untuk dipoles sampai kehalusan yang tinggi menyebabkan material ini memiliki friksi yang rendah.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Syahrul

Berita Terkait: