Pantau Flash
Kejagung Ungkap Nilai Sementara Aset Sitaan Kasus Asabri Capai Rp10,5 Triliun
Gus Menteri Minta Kades Segera Salurkan BLT, Bantu Ekonomi Warga Desa di Bulan Ramadan
Berstatus WN Amerika, MK Diskualifikasi Bupati Terpilih Orient Riwu Kore
Kabar Gembira dari Update Covid-19 Hari Ini, Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Positif
Mutasi COVID-19 B1525 Ditemukan di Batam, Dinkes Pastikan Tak Ada Kontak Erat Pasien

Facebook Jelaskan Terkait Kebocoran Data Pada 2019

Facebook Jelaskan Terkait Kebocoran Data Pada 2019 Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com -  Facebook Inc menyatakan sudah tidak ada lagi masalah yang menyebabkan data 530 juta pengguna mereka bocor pada 2019 lalu.

"Sebagai hasil dari tindakan yang kami ambil, kami yakin masalah spesifik yang menyebabkan peretas bisa mengambil data tersebut pada 2019 sudah tidak ada lagi," kata Facebook di blog resmi, dikutip Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Tips Aman Bersosial Media Anti-Hoax

Facebook mengatakan data tersebut diambil bukan dengan cara meretas sistem mereka, namun dengan metode "scraping" sebelum September 2019.

Scraping dilakukan dengan memasang perangkat lunak otomatis untuk mengambil informasi publik yang ada di internet. Menurut Facebook, peretas menyalahgunakan fitur impor kontak, yang biasanya digunakan untuk menemukan teman yang juga memiliki akun di Facebook.

"Ketika kami menyadari aktor jahat menggunakan fitur ini pada 2019, kami membuat perubahan untuk fitur itu," kata Facebook.

Facebook menyatakan tidak ada informasi tentang finasial, kesehatan dan kata kunci yang diambil.

Baca juga: 1 dari 1000 Unggahan di Facebook Mengandung Ujaran Kebencian

Untuk mencegah kejadian serupa, selain membentuk tim keamanan, Facebook juga meminta pengguna mereka mengecek secara rutin pengaturan privasi, menggunakan fitur keamanan otentikasi dua faktor dan bijak memilih informasi yang ditampilkan untuk umum.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: