Pantau Flash
Gus Menteri Minta Kades Segera Salurkan BLT, Bantu Ekonomi Warga Desa di Bulan Ramadan
Berstatus WN Amerika, MK Diskualifikasi Bupati Terpilih Orient Riwu Kore
Kabar Gembira dari Update Covid-19 Hari Ini, Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Positif
Mutasi COVID-19 B1525 Ditemukan di Batam, Dinkes Pastikan Tak Ada Kontak Erat Pasien
34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

5 Tips Agar Toko UMKM Laris Saat Ramadan

5 Tips Agar Toko UMKM Laris Saat Ramadan Ilustrasi belanja online (Foto: Karolina Grabowska/Pexels)

Pantau.com -Tak terasa Ramadan tinggal menghitung hari, menuju perayaan Bulan yang suci itu biasanya muncul geliat- geliat ekonomi yang bertumbuh.

Bagi para pelaku Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM), momen Ramadan tak boleh dilewatkan karena dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih

Untuk itu berikut lima tips bagi para pelaku UMKM sehingga dagangannya dapat laris manis di tengah Ramadan kali ini:

1. Cek Tren Produk yang laris

Mencari tahu produk yang tengah laris di pasaran menjadi kunci agar UMKM dapat meningkatkan penjualannya di tengah momen Ramadan.


2. Percantik tokomu

Baik berjualan daring maupun langsung, mempercantik toko adalah hal yang baik untuk menarik pelanggan untuk membeli produk.

3. Beri promo gratis ongkos kirim

Bebas Ongkos Kirim dapat meningkatkan penjualan bahkan dapat menjangkau lebih banyak pembeli antar pulau.

Apalagi di masa Ramadhan untuk kategori kebutuhan sehari- sehari konsumsi dan penjualannya cukup meningkat.

4. Siapkan opsi parsel Ramadhan

Jika melihat data yang dihimpun pada 2020, ada peningkatan penjualan parsel makanan hingga 4 kali lipat.

5. Manfaatkan sosial media untuk promosi

Promosi melalui sosial media juga dapat meningkatkan penjualan UMKM di tengah Ramadhan.

Pemberian promo yang diumumkan melalui media sosial dapat menarik minat pembeli untuk melakukan transaksi.

5 tips itu diharapkan dapat membantu pelaku UMKM untuk dapat membuat jualannya laris manis di masa Ramadhan yang masih berjalan berbarengan dengan pandemi COVID-19.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Denis Syaiful Arif

Berita Terkait: