Pantau Flash
Gus Menteri Minta Kades Segera Salurkan BLT, Bantu Ekonomi Warga Desa di Bulan Ramadan
Berstatus WN Amerika, MK Diskualifikasi Bupati Terpilih Orient Riwu Kore
Kabar Gembira dari Update Covid-19 Hari Ini, Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Positif
Mutasi COVID-19 B1525 Ditemukan di Batam, Dinkes Pastikan Tak Ada Kontak Erat Pasien
34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

Ganjar Turut Komentari Soal Pernyataan Presiden 'Benci Produk Luar Negeri'

Headline
Ganjar Turut Komentari Soal Pernyataan Presiden 'Benci Produk Luar Negeri' Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto: Antara/HO-Humas Pemprov Jateng)

Pantau.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengartikan bahwa pernyataan Presiden Joko Widodo yang menggaungkan untuk membenci produk luar negeri sebagai salah satu bentuk keberpihakan pada produk-produk dalam negeri.

"Mungkin kalimat membenci itu dalam arti untuk menegaskan keberpihakan kita karena faktanya tidak semua bisa kita produksi sendiri, namun saya mencermatinya atas narasi yang disampaikan oleh Pak Presiden kalau saya menerjemahkan, ayo pakai produksi dalam negeri secara serius dan memang mesti ada insentif yang diberikan," katanya di Semarang, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Ganjar: 8 Orang Kontak Erat dengan TKI yang Terinfeksi Mutasi COVID-19 B117

Menurut Ganjar, interpretasinya juga sudah diterapkan oleh dirinya di Jawa Tengah, tidak hanya pendampingan dan memberikan insentif, namun juga dengan membeli produk-produknya dan mempermudah proses jika UMKM harus masuk dalam e-katalog.

"Umpama dia harus masuk ke e-katalog, ya itu dipermudah, maka kita punya aplikasi nanti yang kita siapkan namanya 'Blangkon Jateng' itu nanti kita pakai untuk memudahkan penunjukkan langsung (barang) yang di bawah Rp200 juta, tapi transparan dan ini kita pakai untuk membeli produk dalam negeri dan sebenarnya kita hanya butuh praktik saja, kalau Pak Presiden bilang gitu mau gak ikut kita?" ujarnya.

Contoh lain yang telah diterapkannya di Provinsi Jateng adalah kebijakan mengenakan baju adat sebagai seragam setiap hari Kamis dan ini secara otomatis menggeliatkan produk dalam negeri.

Bukti lain bahwa Pemprov Jateng mendukung produk dalam negeri adalah saat Gubernur Ganjar menggencarkan penggunaan GeNose C19 yang murni merupakan karya anak bangsa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Baca juga: Berkaca dari Kasus di Tegal, Ganjar Minta Wali Kota Akur dengan Wakilnya

Dengan berbagai bentuk dukungan terhadap produk dalam negeri, kata Ganjar, langkah selanjutnya adalah bagaimana pemerintah benar-benar hadir mendukung geliat dari produk dalam negeri.

"Kalau itu semua sudah, maka sebenarnya beberapa intensif yang diberikan kepada masyarakat ya kita harus membeli, kita harus memproteksi, dalam arti keberpihakan kita untuk ayo kita pakai, ayo kita gunakan. Nah selebihnya, derivatnya adalah ayo seluruh kekuatan yang bisa kita lakukan dari produk dalam negeri itu betul-betul didampingi, betul-betul dievaluasi, kasih insentif agar mereka kemudian bisa menjadi sesuatu yang menarik," katanya.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: