Pantau Flash
5 Orang Meninggal Korban Longsor di Manado
BNPB Umumkan Korban Meninggal Akibat Gempa Majene Sebanyak 46 Jiwa
Jakarta Catatkan Kasus Baru COVID-19 Terbanyak, Sulawesi Barat Nihil
Leo/Daniel Kalah, Ganda Putra Indonesia Gagal Melaju ke Final Thailand Open
Gempa Bumi Tektoknik Magnitudo 5,2 Terjadi di Sulawesi Utara

Wapres Ma'ruf Amin: Tidak Ada Alasan untuk Tolak Vaksin COVID-19

Headline
Wapres Ma'ruf Amin: Tidak Ada Alasan untuk Tolak Vaksin COVID-19 Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk patuh menerima vaksin COVID-19, setelah program vaksinasi serentak dimulai Rabu.

Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi mengatakan Wapres beranggapan bahwa tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menolak disuntik vaksin COVID-19.

"Tidak ada alasan untuk tidak diikuti. Itu kehendak Wapres seperti itu," kata Masduki.

Baca juga: Penyuntik Vaksin ke Presiden Jokowi Sempat Gemetaran Gara-gara Hal Ini

Vaksin COVID-19 buatan Sinovac, yang telah mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sudah dinyatakan aman untuk disuntikkan ke masyarakat.

"Vaksin (Sinovac) itu kan sudah dinyatakan halal oleh MUI, secara efikasi juga sudah oleh BPOM, dan itu bagus. Maka, ketika Pemerintah meminta vaksinasi itu berjalan, maka hendaknya itu ditanggapi baik oleh masyarakat," tuturnya.

Presiden Joko Widodo dan jajaran menterinya juga telah menunjukkan kesediaannya untuk divaksin. Hal itu, lanjut Masduki, seharusnya dapat membuat masyarakat untuk mau divaksin COVID-19.

"Sepanjang Pemerintah itu memerintahkan sesuatu yang sifatnya baik dan tidak bertentangan dengan agama, maka kalau umat Islam ya wajib menaati itu,” ucap Masduki yang juga Ketua MUI itu.

Baca juga: Satgas COVID-19 Ajak Masyarakat Patuh Protokol Kesehatan

Wapres juga berharap program vaksinasi dapat berjalan baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Dalam pandangan Pak Wapres, vaksinasi itu kan menjadi batu lompatan untuk kebangkitan ekonomi Indonesia. Kalau tidak ada vaksin, ekonomi akan susah bergerak karena orang terbatas pergerakannya," ujarnya.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: