Pantau Flash
Pengamat: Polemik Perpres Miras Pelajaran Politik bagi Publik
Menristek: Mutasi COVID-19 B117 Bisa Ganggu PCR, tapi Tidak Kinerja Vaksin
Indonesia Kembali Terima 10 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac
Airlangga Tegaskan RI Belum Bisa Terima Wisatawan Mancanegara Tahun Ini
Bima Arya Stop Sementara Aturan Ganjil Genap Kota Bogor

Senin Sore, RS Polri Terima 53 Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182

Headline
Senin Sore, RS Polri Terima 53 Sampel DNA Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Konferensi pers di RS Polri Jakarta terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air. ANTARA/Benardy Ferdiansyah

Pantau.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta telah menerima 53 sampel DNA dari keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182.

"Sampai pukul 17.00 WIB, tim DVI telah menerima sampel DNA dari keluarga korban sebanyak 53 sampel DNA," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono saat jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Hasil Uji Klinis, BPOM Pastikan Vaksin Sinovac Aman

Selain itu, dia juga menginformasikan tim DVI sampai pukul 17.00 WIB telah menerima 17 kantong jenazah kecelakaan pesawat Sriwijaya Air tersebut.

"Sampai sore ini juga kami telah menerima 17 kantong jenazah," kata Rusdi.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB, kemudian jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak di posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Baca juga: Menkes Pastikan 15 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac Akan Tiba Besok

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya pada pukul 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: