Pantau Flash
Gus Menteri Minta Kades Segera Salurkan BLT, Bantu Ekonomi Warga Desa di Bulan Ramadan
Berstatus WN Amerika, MK Diskualifikasi Bupati Terpilih Orient Riwu Kore
Kabar Gembira dari Update Covid-19 Hari Ini, Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Positif
Mutasi COVID-19 B1525 Ditemukan di Batam, Dinkes Pastikan Tak Ada Kontak Erat Pasien
34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

Pengamat Sebut Wagub Andi Sudirman 'Diuntungkan' dari Penangkapan Gubernur Sulsel

Pengamat Sebut Wagub Andi Sudirman 'Diuntungkan' dari Penangkapan Gubernur Sulsel Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (tengah) dihadirkan pada jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Pantau.com - Pengamat politik Universitas Hasanuddin Andi Ali Armunanto mengatakan kasus penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah (NA) oleh KPK akan "menguntungkan" Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman pada Pilgub 2023.

Andi Ali Armunanto mengatakan Andi Sudirman sejauh ini memang memilih diam, bahkan terlihat tidak ingin lagi masuk dalam pertarungan politik mendatang.

Baca juga: Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Diduga Terima Rp5,4 Miliar dari Sejumlah Kontraktor

"Namun dengan kondisi seperti saat ini, maka hal itu bisa mengubah situasi. Kondisi ini memang tidak pernah disangka-sangka, khususnya Pak Wagub," katanya  di Makassar, Minggu (28/2/2021).

Jika pada akhirnya kasus NA bergulir sampai akhirnya dinyatakan bersalah, maka Andi Sudirman Sulaiman bisa memperkuat pengaruhnya karena secara otomatis akan mengisi atau menggantikan posisi Nurdin Abdullah sebagai pemimpin di Sulsel.

Baca juga: Nurdin Abdullah Ditangkap KPK, Sekjen PDIP: Kami Syok, Rekam Jejaknya Sangat Baik

Waktu kurang lebih dua tahun tersisa masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, bisa dimaksimalkan untuk memperkuat posisinya dengan tentunya melalui kerja-kerja yang nyata untuk masyarakat. "Jadi jika siapa yang paling diuntungkan, tentu Andi Sudirman Sulaiman yang akan mengisi posisi Gubernur Sulsel," ujarnya.

"Namun itu tadi, jika memang pada akhirnya NA diputuskan bersalah. Sebaliknya jika dalam proses hukum dinyatakan tidak bersalah, maka harus fokus membersihkan namanya (untuk meraih kepercayaan pemilih)," lanjutnya.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: