Pantau Flash
Gus Menteri Minta Kades Segera Salurkan BLT, Bantu Ekonomi Warga Desa di Bulan Ramadan
Berstatus WN Amerika, MK Diskualifikasi Bupati Terpilih Orient Riwu Kore
Kabar Gembira dari Update Covid-19 Hari Ini, Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Positif
Mutasi COVID-19 B1525 Ditemukan di Batam, Dinkes Pastikan Tak Ada Kontak Erat Pasien
34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

Objek Wisata Karimunjawa Jepara Masih Sepi Pengunjung

Objek Wisata Karimunjawa Jepara Masih Sepi Pengunjung Pintu gerbang masuk ke objek wisata Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Pantau.com - Jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih sepi meskipun aktivitas kapal penyeberangan masih beroperasi menyusul gelombang laut yang mendukung.

"Sebelumnya memang sempat ada penundaan keberangkatan kapal karena ombak. Akan tetapi beberapa hari terakhir cuacanya agak bagus untuk penyeberangan," kata Kabid Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Suroto di Jepara, Senin.

Meskipun demikian, kata dia, penumpang kapal belum ramai seperti sebelumnya yang didominasi para wisatawan karena masih didominasi masyarakat lokal.

Ia menduga para wisatawan belum berani berkunjung karena sebelumnya sering kali keberangkatan kapal tertunda menyusul tingginya ombak di laut. Penundaan tersebut tentu menjadi pertimbangan karena jadwal berwisata bisa molor sehingga berdampak pada pembengkakan biaya selama di tempat wisata.

Baca juga: Geliatkan Pelaku Ekraf di Bali, Menparekraf Apresiasi Pameran IKM 'Bali Bangkit 2021'

Setiap wisatawan yang hendak ke Karimunjawa juga masih tetap diwajibkan membawa surat hasil tes cepat antigen yang menunjukkan bebas COVID-19.

Camat Karimunjawa Nor Soleh menambahkan saat ini wisatawan memang belum banyak, meskipun ada satu dua wisatawan yang terlihat berkunjung ke Karimunjawa.

"Secara umum, untuk wisata memang belum normal seperti sebelumnya karena baru memasuki awal Maret 2021 atau masa transisi dari sebelumnya musim gelombang tinggi menuju normal," ujarnya.

Perekonomian warganya, kata dia, juga terdampak karena banyak pula yang menggantungkan terhadap kunjungan wisatawan. Namun, dari sisi pencegahan COVID-19 tentunya lebih mudah karena hanya menghadapi masyarakat lokal.

Kesempatan tersebut, juga dimanfaatkan untuk kembali mengingatkan warganya agar tetap menjaga protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Virus Corona. Jika wisatawan mulai meningkat, warga juga diminta ikut mengawasi kepatuhannya terhadap protokol kesehatan.

Baca juga: Menparekraf Apresiasi Penerapan Protokol Kesehatan di Desa Wisata Penglipuran Bali

Selama musim baratan yang ditandai dengan gelombang tinggi, stok kebutuhan pokok masyarakat Karimunjawa juga cukup aman. Demikian halnya untuk stok bahan bakar minyak (BBM) hingga elpiji tersedia cukup.

Perahu nelayan yang biasa kulakan kebutuhan pokok di Kabupaten Jepara juga masih lancar karena gelombang laut mulai mereda sehingga aman untuk aktivitas di laut.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: