Pantau Flash
Pengamat: Polemik Perpres Miras Pelajaran Politik bagi Publik
Menristek: Mutasi COVID-19 B117 Bisa Ganggu PCR, tapi Tidak Kinerja Vaksin
Indonesia Kembali Terima 10 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac
Airlangga Tegaskan RI Belum Bisa Terima Wisatawan Mancanegara Tahun Ini
Bima Arya Stop Sementara Aturan Ganjil Genap Kota Bogor

Kisah Haru Pengantin Baru yang Ingin Selametan di Pontianak, Jadi Korban SJ182

Headline
Kisah Haru Pengantin Baru yang Ingin Selametan di Pontianak, Jadi Korban SJ182 Petugas menata serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, (Foto: ANTARA FOTO/Akbar)

Pantau.com - Salah satu korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh pada Sabtu, 9 Januari 2021 ternyata adalah pengantin baru, yakni Ikhsan Hakim dan Putri Wahyuni.

Kakak kandung korban, Aulia Rizki mengatakan Putri berada di pesawat tersebut bersama suaminya yang berasal dari Pontianak.

Pasangan suami istri tersebut menggunakan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 tujuan Pontianak untuk melakukan selamatan pernikahan mereka di rumah mertua, atau orangtua dari Ikhsan.

Baca juga: Misteri Sinyal ELT Sriwijaya Air SJ182 Hilang, Satelit Australia Tak Menangkap

Aulia mengatakan pihak keluarga kini sudah pasrah, dan hanya berharap jenazah keluarganya itu bisa ditemukan. Pihak keluarga pada Senin ini, berangkat ke Jakarta untuk menyerahkan berkas-berkas dokumen serta DNA dari orangtua Putri yang bisa membantu proses identifikasi korban.

"Kita akan bawa berkas-berkas seperti akte kelahiran, ijazah, dan data DNA orang tuanya langsung ke posko pencarian korban," katanya.

Ia mengatakan saat ini di posko tersebut sudah ada keluarga dari pihak Ihsan yang sudah datang. Ia berharap pencarian terhadap jenazah adik dan iparnya bisa segera mendapat hasil terbaik.

"Mudah-mudahan jasadnya ketemu supaya bisa, paling tidak kita bisa ketahui," ujarnya.

Baca juga: 6 Fakta Black Box, Benda Penting Pengungkap Kecelakaan Pesawat

Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan penerbangan SJ-182 awalnya dikabarkan hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021). Pesawat kehilangan kontak ketika pesawat berada di atas 10.000 feet setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tengerang.

Tim pencarian kini sudah mengumpulkan belasan kantong jenazah dari pesawat nahas tersebut. Selanjutnya, jenazah akan menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan RS Polri yang telah melaksanakan pengumpulan data ante mortem yaitu pengumpulan data identifikasi korban.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: