Pantau Flash
Pengamat: Polemik Perpres Miras Pelajaran Politik bagi Publik
Menristek: Mutasi COVID-19 B117 Bisa Ganggu PCR, tapi Tidak Kinerja Vaksin
Indonesia Kembali Terima 10 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac
Airlangga Tegaskan RI Belum Bisa Terima Wisatawan Mancanegara Tahun Ini
Bima Arya Stop Sementara Aturan Ganjil Genap Kota Bogor

IDI ke Ibu-ibu Soal Vaksin COVID-19: Tidak Perlu Takut, Tiap Bulankan Antar Anak Imunisasi

IDI ke Ibu-ibu Soal Vaksin COVID-19: Tidak Perlu Takut, Tiap Bulankan Antar Anak Imunisasi Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: Antara)

Pantau.com - Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng Mohammad Faqih mengajak kaum ibu agar tidak takut disuntik vaksin COVID-19 sebab hal itu sama saja dengan imunisasi pada anak.

"Ibu-ibu tidak perlu takut. Apalagi hampir tiap bulan kita mengantar anak kita untuk imunisasi," kata dia saat diskusi virtual yang dipantau di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Jubir Satgas Ajak Masyarakat Manfaatkan Kesempatan Divaksin COVID-19

Perlu diingat, kata dia, suatu vaksin dibuat dengan tujuan mengatasi penyakit-penyakit berbahaya, termasuk COVID-19. Apalagi, virus yang pertama kali diketahui menjangkit di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, itu telah menyebabkan satu juta orang Indonesia terinfeksi. "Sudah banyak menimbulkan kematian, hampir 30.000 di Indonesia dan itu belum satu tahun," ujar Daeng.

Seharusnya, menurut dia, masyarakat berebut atau meminta agar pemerintah segera memberikan vaksin kepada warganya supaya bisa menciptakan kekebalan kelompok.

Pada kesempatan itu, dr Daeng mengaku juga telah divaksin untuk kedua kalinya dan tidak mengalami gejala yang signifikan. "Alhamdulillah sehat-sehat saja. Jadi kalau ibu-ibu bertanya keamanannya, ya saya ini contohnya," kata dia.

Terkait penyuntikan vaksin COVID-19 sebanyak dua kali, Daeng menjelaskan penyuntikan pertama untuk menyiapkan sel tubuh lalu yang kedua untuk menciptakan atau menimbulkan antibodi.

Baca juga: Menkes Minta Tenaga Kesehatan Segera Divaksin COVID-19

Meskipun demikian, ia memahami kekhawatiran atau ketakutan dari masyarakat awam terkait keamanan vaksin. Hal itu bisa saja kurang mendapatkan pengetahuan atau informasi detail terkait vaksin.

Secara pribadi, Daeng yang juga seorang dokter serta cukup memahami tentang vaksin merasa bersyukur diberikan kesempatan vaksinasi di tahap awal. Oleh sebab itu, masyarakat juga harus melakukan hal yang sama dan tidak takut divaksin. "Makanya jangan percaya hoax. Sebab, kalau sudah kena COVID-19 bisa bahaya," ujarnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: