Pantau Flash
Gus Menteri Minta Kades Segera Salurkan BLT, Bantu Ekonomi Warga Desa di Bulan Ramadan
Berstatus WN Amerika, MK Diskualifikasi Bupati Terpilih Orient Riwu Kore
Kabar Gembira dari Update Covid-19 Hari Ini, Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Positif
Mutasi COVID-19 B1525 Ditemukan di Batam, Dinkes Pastikan Tak Ada Kontak Erat Pasien
34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

Deretan Bencana di NTT yang Terjadi dalam Waktu Bersamaan

Headline
Deretan Bencana di NTT yang Terjadi dalam Waktu Bersamaan Beberapa rumah warga di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT rusak akibat dihantam banjir lahar hujan dari puncak Gunung Ile Lewotolok. (Foto: Antara/HO Dinas Kominfo Kabupaten Lembata)

Pantau.com - Bencana alam terjadi di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) daam beberapa waktu terakhir. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengungkapkan bencana yang terjadi di NTT tersebut dipicu cuaca ekstrem yang melanda kawasan itu.

Kemunculan siklon tropis Seroja memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelum bencana hidrometeorologi ini terjadi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem. 

Keberadaan Siklon Tropis Seroja ini mengakibatkan timbulnya hujan lebat di wilayah NTT dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Flores Timur.

Inilah deretan bencana yang melanda NTT dalam waktu bersamaan.

Aliran Lahar Dingin 

Banjir lahar dingin menerjang Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bencana banjir lahar dingin ini terjadi pada Minggu (4/4/2021). Disebut lahar dingin berasal dari Gunung Ile Lewotolok, Keamatan Ile Ape.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata, Siprianus Meru, mengatakan data korban meninggal pada 5 April 2021 sebanyak 11 orang.

Saat terjadi bencana, cukup banyak warga di tiga desa Amakaka, Tanjung Batu, dan Waowala yang sedang tidur. 

Sementara itu, aliran lahar hujan dari puncak Gunung Ile Lewotolok terjadi sebagai dampak hujan deras dan angin kencang yang melanda daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Gunung Api Ile Lewotolok telah dinyatakan berstatus Level III atau siaga sejak akhir November 2020 lalu, dan telah beberapa kali terjadi erupsi.

Banjir Bandang

Menurut BMKG, bencana seperti banjir bandang dipicu oleh cuaca ekstrem akibat keberadaan Siklon Tropis Seroja di dekat daratan NTT. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lembata, Nasrun Neboq, mengatakan banjir bandang menerjang Kecamatan Ile Ape, akibat adanya aliran lahar hujan dari puncak Gunung Ile Lewotolok.

“Peristiwa ini merupakan banjir bandang berupa lahar dingin dari puncak Gunung Ile Lewotolok,” kata Nasrun Neboq, dikutip dari Antara.

Selain itu, banjir bandang juga menerjang beberapa daerah lain seperti di Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sumba Timur, Kota Kupang, Kabupaten Malaka Tengah dan Ngada.

Tanah Longsor

Hujan deras yang terjadi di NTT tidak hanya memyebabkan banjir, tetapi juga tanah longsor. 

BNPB mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun BNPB, hingga Senin (5/4/2021) terdapat sekitar 256 jiwa mengungsi akibat banjir bandang disertai tanah longsor di Kabupaten Flores Timur, NTT.

Jumlah total korban meninggal kembali bertambah yakni sebanyak 117 orang meninggal dunia dan 76 hilang. Data itu merupakan data terbaru per Selasa (6/4) pukul 21.00 WITA.

"Secara keseluruhan yang telah ditemukan sebanyak 117 meninggal dunia, dan hilang 76 orang. Ini data terakhir," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/4).

Ia mengatakan korban itu tersebar di beberapa Kabupaten/Kota. Secara rinci, di Flores Timur, ada 60 orang meninggal dunia dan dan 12 orang hilang.

Di Alor, ada 21 orang meninggal dunia dan 20 orang hilang, di Malaka tiga orang meninggal dunia, serta Kota dan Kabupaten Kupang masing-masing satu orang meninggal dunia.

"Di Lembata 28 orang meninggal dunia, dan 44 orang hilang, di Sabu Raijua 2 orang meninggal dunia, dan Ende 1 orang meninggal dunia," kata dia.
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Finda Rhosyana

Berita Terkait: