Pantau Flash
Update COVID-19 RI: Kasus Positif Naik 6.680 dengan Total 1.341.314
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia
Pengamat Sebut Legalitas Minuman Beralkohol Bisa Ciptakan Lapangan Kerja
Presiden Jokowi Resmikan KRL Lintas Yogyakarta-Solo
Tinjau Vaksinasi Massal di DIY, Jokowi: Semoga Ekonomi Pulih Kembali

BNPB Umumkan Korban Meninggal Akibat Gempa Majene Sebanyak 46 Jiwa

Headline
BNPB Umumkan Korban Meninggal Akibat Gempa Majene Sebanyak 46 Jiwa BNPB sebut korban meninggal akibat gempa Majene sebanyak 46 jiwa. (Foto: Antara)

Pantau.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Sulawesi Barat sebanyak 46 jiwa yang terdiri atas sembilan korban di Majene dan 37 korban jiwa di Mamuju.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Dr Raditya Jati, dalam taklimat media di Jakarta, Sabtu (16/1/2021), mengatakan gempa yang terjadi pada Jumat (15/1/2021) tersebut mengakibatkan sebanyak 15.000 jiwa terdampak dan mengungsi.

“Sebanyak 10 titik pengungsi di Majene dan lima titik pengungsi di Mamuju,” kata dia.

Baca juga: BPIP Ajak Pemerintah dan Masyarakat Gotong Royong Bantu Korban Gempa Bumi di Sulbar

Gempa bumi dengan magnitudo 6,2 tersebut mengakibatkan 826 jiwa mengalami luka-luka yang terdiri dari Majene sebanyak 637 jiwa dan Mamuju sebanyak 189 jiwa.

Gempa tersebut mengakibatkan kerugian materil yakni satu unit kantor Danramil rusak, satu unit fasilitas kesehatan rusak, 415 rumah rusak, dan satu minimarket rusak di Kabupaten Majene.

Sementara di Kabupaten Mamuju mengakibat satu unit hotel rusak, satu minimarket rusak, satu unit kantor Gubernur Sulbar, dua unit fasilitas kesehatan, satu unit jembatan rusak, dan satu unit pelabuhan rusak.

Gempa tersebut juga mengakibatkan tiga titik jalan di Majene putus, jaringan listrik padam dan jaringan seluler putus. Saat ini, listrik dan jaringan seluler kembali pulih. Untuk jalan juga sudah bisa dilalui.

Baca juga: BMKG Catat Terjadi 32 Aktivitas Gempa Susulan di Sulbar

Dia menambahkan BNPB memberikan bantuan dana sebesar Rp4 miliar, delapan set tenda isolasi, 19 set tenda pengungsi, lima unit light tower, 2.004 makanan tambah gizi, 2.004 makanan siap saji, 500 paket baby kit, 500.000 masker kain, 200 unit velbed, 700 lembar selimut dan empat unit heli dikerahkan.

Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan yakni sembako, selimut dan tikar, tenda pengunsi, pelayanan medis, masker, alat komunikasi, terpal, alat eskavator, air dan sanitasi, protokol kesehatan belum diterapkan di pengungsian, dan APD untuk petugas.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: