Pantau Flash
Ganjar: 8 Orang Kontak Erat dengan TKI yang Terinfeksi Mutasi COVID-19 B117
Presiden Jokowi: 4,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca akan Tiba di RI Bulan Ini
Mutasi COVID-19 B117, Jokowi: Jangan Khawatir, Belum Ada Bukti Lebih Mematikan
Pemerintah Pastikan Vaksin Efektif Lawan Mutasi COVID-19 B117
Menpan RB Tjahjo Pangkas 39 Ribu Jabatan Struktural

Antrean Vaksinasi COVID-19 di Pasar Tanah Abang Membludak, Ini Penyebabnya

Antrean Vaksinasi COVID-19 di Pasar Tanah Abang Membludak, Ini Penyebabnya Petugas Kepolisian membubarkan pedagang Tanah Abang yang menunggu vaksin dan berakhir berkerumun di Lantai 12 Blok A Pasar Tanah Abang, Selasa (23/2/2021). (ANTARA/Livia Kristianti)

Pantau.com -  Pedagang yang tidak memiliki kupon vaksinasi massal dari Kementerian Kesehatan menjadi salah satu penyebab terjadinya antrean dan kerumunan yang berakhir melanggar protokol kesehatan di Lantai 8 dan 12 Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Kita kan hari ini sebenarnya sediakan kupon 3000.Nah tapi yang gak punya kupon juga dateng sehingga sulit diatur antreannya," ujar Koordinator Vaksinasi Pedagang Tanah Abang Siti Khalimah saat ditemui di Lantai 8 Pasar Tanah Abang, Selasa (23/2/2021).

Baca juga : Masjid Istiqlal Jadi Lokasi Vaksinasi Massal COVID-19 bagi Tokoh Lintas Agama

Selain itu, Siti menyebutkan kemungkinan terjadinya penumpukan antrean pedagang yang ingin divaksin terjadi akibat informasi awal bahwa vaksinasi hanya dilakukan enam hari terhitung sejak Rabu (17/2).

"Mungkin mereka para pedagang itu ramai- ramai antre karena yang diinfokan bahwa hari ini terakhir. Tapi kami memutuskan untuk ditambah sampai semua terlayani," ujar Siti.

Siti mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya selaku pengelola Blok A Pasar Tanah Abang agar di kemudian hari tidak terjadi penumpukan antrean seperti tadi siang. Kegiatan vaksinasi massal di Pasar Tanah Abang Blok A dihentikan di hari ke enam pelaksanaannya akibat terjadinya kerumunan pedagang yang ingin divaksin.

Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan mengatakan awalnya pedagang yang mengantre baik di lantai 8 maupun di lantai 12 masih tertib namun lambat laun antrean memanjang dan berdesak-desakan menimbulkan kerumunan tak berjarak.

Baca juga : Sekitar 4,4 Juta Lansia di Jabar Akan Divaksinasi COVID-19

"Banyak pedagang datang tidak sesuai jadwal dan menyebabkan antrean tidak sesuai protokol kesehatan. Awalnya kami imbau jaga jarak," katanya.

Tapi dihimbau juga tetap tidak menjaga jarak. Kemudian polisi berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan memutuskan untuk dihentikan. "Akhinya kami bubarkan pedagang," ujar Singgih saat ditemui di Lantai 8 Blok A Pasar Tanah Abang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Syahrul

Berita Terkait: